Budi Arista Romadhoni
Senin, 06 Juli 2026 | 18:33 WIB
Kuota cadangan SMA Negeri dibuka Disdikopra DIY dibuka dua hari sejak Senin (6/7/026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Banyak calon murid di SMA Negeri DIY sengaja tidak mendaftar ulang karena memilih sekolah lain pada Juli 2026.
  • Tindakan tersebut menyebabkan bangku sekolah kosong dan merugikan calon siswa lain yang kehilangan kesempatan masuk sekolah negeri.
  • Disdikpora DIY membuka seleksi cadangan selama dua hari untuk mengisi kursi kosong bagi siswa yang belum diterima.

SuaraJogja.id - Fenomena calon murid yang tetap mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri DIY meski telah diterima di sekolah lain tengah marak terjadi saat ini. Sejumlah calon siswa disebut meninggalkan kursi yang diperoleh di sekolah negeri saat saat daftar ulang.

Aksi coba-coba tersebut merugikan peserta lain karena menghabiskan kuota sekolah negeri. Akibatnya banyak bangku kosong di sejumlah sekolah negeri. 

Sebut saja tiga calon siswa di SMAN 8 Yogyakarta yang tidak daftar ulang karena diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang. Selain itu satu calon siswa di SMAN 3 Yogyakarta yang disebut mengundurkan diri karena diterima di sekolah lain

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Yogyakarta, Dadang Tri Atmoko saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Senin (6/7/2026) mengungkapkan sekolahnya memiliki kuota 252 siswa. Namun hingga penutupan daftar ulang, hanya 251 siswa yang melakukan registrasi karena satu calon murid memilih tidak mendaftar ulang.

Dadang mengaku pihak sekolah telah berupaya menghubungi calon murid yang tidak melakukan daftar ulang melalui telepon maupun pesan singkat. Meski akhirnya mendapat balasan yang bersangkutan mengundurkan diri, alasan pasti tidak pernah disampaikan.

"Kami telepon, kami WA juga. Akhirnya dibalas lewat WA bahwa tidak jadi daftar ulang. Alasannya apa, kami juga tidak tahu," katanya.

Akibat satu kursi kosong tersebut, sekolah akhirnya kembali membuka proses penerimaan melalui jalur cadangan selama dua hari hingga Selasa (7/7/2026). Sebab tindakan tersebut memicu efek domino dalam proses seleksi.

"Kalau satu orang tidak daftar ulang, otomatis menggugurkan kesempatan calon siswa lain. Ini seperti efek domino, menggeser posisi dan berpengaruh ke sekolah-sekolah lain juga," tandasnya.

Dadang menyebut kasus siswa diterima tetapi sengaja tidak melakukan daftar ulang baru pertama kali terjadi di SMAN 3 Yogyakarta. Menurutnya, pihak yang paling dirugikan bukan hanya sekolah, tetapi juga masyarakat.

Baca Juga: Api Cepat Membesar dan Asap Pekat Kepung Kafe Biliar di Yogyakarta, Sembilan Regu Damkar Dikerahkan

Selain menambah beban administrasi sekolah karena harus kembali membuka seleksi cadangan. Kondisi tersebut juga memaksa sekolah menambah waktu kerja panitia penerimaan siswa baru.

"Harusnya siswa lain punya kesempatan masuk SMA 3, tetapi akhirnya kehilangan kesempatan itu. Yang paling dirugikan ya masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Suci Rohmadi, menjelaskan, kejadian serupa terjadi di SMAN 8 Yogyakarta. Bahkan sejumlah kepala sekolah melaporkan adanya siswa yang memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos.

"Ada banyak ternyata. Orang itu sifatnya coba-coba, tapi merugikan orang lain. Misalnya sudah diterima di SMA Taruna Nusantara, tapi masih ikut mendaftar di SMA reguler. Akhirnya diterima, tetapi tidak daftar ulang," jelasnya.

Ia mencontohkan SMAN 8 Yogyakarta kehilangan tiga calon murid karena memilih bersekolah di Taruna Nusantara. Padahal, pengumuman penerimaan Taruna Nusantara telah lebih dulu keluar dibanding hasil SPMB reguler.

"Kami juga prihatin, kenapa orang yang sebenarnya sudah beruntung diterima di sekolah yang diinginkan masih mencoba-coba lagi, padahal bisa menghilangkan kesempatan orang lain," tandasnya.

Load More