- Rektor UNY Sumaryanto menegaskan kampusnya menerapkan ospek tanpa kekerasan verbal maupun nonverbal pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- UNY membatasi durasi kegiatan PKKMB agar selesai lebih awal demi mencegah kelelahan dan cedera pada mahasiswa baru.
- Mahasiswa baru diarahkan untuk mengenal organisasi dan prestasi kampus tanpa diberi tugas yang merendahkan atau mempermalukan.
SuaraJogja.id - Belum lama ini viral mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Padang (UNP) yang diminta berjalan jongkok saat memasuki kampus. Hal itu memicu sorotan terhadap praktik ospek dan senioritas yang berulang di lingkungan kampus.
Merespons hal itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sumaryanto menegaskan kampusnya menerapkan ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tanpa kekerasan.
Sumaryanto mengatakan kebijakan tersebut sudah menjadi komitmen UNY sejak lama. Menurutnya, mahasiswa baru harus diperlakukan secara manusiawi karena mereka datang ke kampus untuk belajar, bukan menjadi objek perpeloncoan.
"Karena kami tanamkan tidak boleh ada kekerasan baik verbal maupun nonverbal. Perlakukan adik-adik (maba) itu sebagai bahkan tamu raja ratu," kata Sumaryanto ditemui di UNY, Kamis (20/8/2026).
Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan budaya Yogyakarta yang menghargai tamu. Terlebih, UNY menerima ribuan mahasiswa baru setelah melalui proses seleksi yang ketat.
Ia menegaskan tidak ada ruang bagi kegiatan ospek yang mengandung kekerasan fisik maupun verbal di lingkungan UNY.
"Bahkan kemarin ada yang sakit, secara khusus pakai mobil dinas saya, kami evakuasi. Sekali lagi tidak boleh ada kekerasan verbal ya kekerasan nonverbal," ujarnya.
Tak hanya melarang kekerasan dalam bentuk apapun, UNY turut membatasi durasi kegiatan PKKMB agar tidak membebani mahasiswa baru. Kegiatan tidak boleh berlangsung hingga sore dan harus selesai pada waktu yang telah ditentukan untuk mencegah kelelahan, cedera, maupun kecelakaan.
Sumaryanto memastikan mahasiswa baru tidak dibebani tugas-tugas yang bersifat aneh, memaksa, atau mempermalukan. Kegiatan mahasiswa baru justru diarahkan untuk mengenalkan organisasi mahasiswa (ormawa) sekaligus mendorong mereka mengembangkan prestasi.
Baca Juga: 7 Fakta Sidang Mahasiswa UNY Pembakar Tenda Polda DIY: Dari Pilox Hingga Jeritan Keadilan!
"Tugasnya hanya mendatangi Ormawa di tingkat universitas bahkan fakultas, karena kali ini kita buat display prestasi mahasiswa," tandasnya
Ditegaskan Sumaryanto, kegiatan yang mengarah pada kekerasan atau perpeloncoan tidak diperbolehkan. Menurutnya, masa pengenalan kampus semestinya menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dan membangun kecintaan terhadap lingkungan akademiknya.
Bahkan untuk kegiatan yang bersifat konyol atau berpotensi merendahkan mahasiswa baru, UNY juga memasang batas tegas. Sumaryanto menegaskan mahasiswa baru tidak boleh dipaksa menjalani kegiatan yang tidak memiliki relevansi dengan tujuan pendidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Ospek Bukan Ajang Perpeloncoan, Rektor UNY: Perlakukan Mahasiswa Sebagai Raja-Ratu
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu