- Dekan FKKMK UGM Yodi Mahendradhata menyatakan pembekalan etika media sosial diberikan sejak awal masa orientasi mahasiswa baru.
- Fakultas menonaktifkan peserta PPDS Elda Putri Rahardini untuk keperluan investigasi kasus komentar nirempati terhadap pasien BPJS.
- Pihak FKKMK UGM masih mengumpulkan informasi secara lengkap guna menentukan sanksi yang tepat bagi mahasiswa bersangkutan.
SuaraJogja.id - Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM memastikan pembekalan mengenai etika menggunakan media sosial kepada para calon dokter maupun perawat telah diberikan kepada mahasiswa sejak awal masuk perguruan tinggi.
Hal ini disampaikan Dekan FKKMK UGM Yodi Mahendradhata merespons komentar nirempati yang diduga dilontarkan sejumlah dokter dan nakes terhadap pasien BPJS bernama Yurizal di media sosial beberapa waktu lalu.
Salah satunya Elda Putri Rahardini, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK-KMK UGM yang kini dinonaktifkan sementara.
Yodi mengatakan pendidikan mengenai etika bukan materi yang baru ditekankan setelah kasus Elda mencuat. Menurutnya, nilai tersebut telah menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa melalui program pendidikan bermartabat yang diterapkan fakultas.
"Itu selalu kita lakukan. Jadi kalau terkait dengan dengan itu, dari kita memang ada istilahnya pendidikan bermartabat, itu selalu kita tekankan," kata Yodi ditemui di FK-KMK UGM, Rabu (19/8/2026).
Pembekalan etika bermedia sosial itu diberikan kepada seluruh mahasiswa sejak menjalani fase orientasi mahasiswa baru. Materi tersebut menjadi bagian dari pembentukan sikap dan perilaku mahasiswa selama menjalani pendidikan di FKKMK UGM.
"Dan termasuk juga untuk setiap kali mahasiswa baru masuk, untuk orientasi juga selalu menekankan terkait dengan beretika di medsos begitu," ucapnya.
Ia menegaskan pembekalan tersebut berlaku untuk seluruh mahasiswa, bukan hanya peserta PPDS atau kelompok tertentu. Menurutnya, fase orientasi menjadi salah satu kesempatan fakultas untuk menanamkan nilai-nilai etika sebelum mahasiswa menjalani proses pendidikan lebih lanjut.
"Semua (termasuk mahasiswa baru). Jadi kalau itu kita untuk semua mahasiswa kan selalu ada fase orientasi. Jadi pada fase orientasi itu selalu ada pembekalan-pembekalan seperti ini, temanya," tandasnya.
Baca Juga: Diskusi di UGM Dibubarkan Paksa, Mahasiswa Lintas Kampus DIY: Ini Ancaman Serius Demokrasi!
Terkait kelanjutan kasus yang melibatkan Elda, dikatakan Yodi, penonaktifan yang bersangkutan dilakukan untuk kepentingan investigasi dan belum merupakan keputusan akhir mengenai sanksi terhadap yang bersangkutan.
"Nonaktif menunggu investigasi. Jadi kan kemudian kita harus mengumpulkan informasi-informasi supaya nanti lebih lengkap, sehingga kita bisa kemudian menentukan kira-kira setelah itu apa yang paling tepat sesuai dengan informasi yang kita dapatkan, begitu. Tapi selama itu dinonaktifkan," ungkapnya.
Yodi menyebut pihak fakultas masih mengumpulkan informasi untuk memastikan duduk perkara kasus secara lengkap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan