Budi Arista Romadhoni
Kamis, 30 Juli 2026 | 13:02 WIB
Penerima gelar Doktor dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Linda Indiyarti Putri. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Linda Indiyarti Putri meraih gelar doktor di UNY pada 30 Juli 2026 melalui disertasi tentang asesmen numerasi mahasiswa PGMI.
  • Ia mengembangkan model NU-ReMA untuk mengevaluasi penalaran numerasi mahasiswa berdasarkan hasil uji empiris terhadap 1.319 mahasiswa dari 30 kampus.
  • Program studi PGMI diimbau memperkuat kurikulum numerasi agar calon guru mampu membimbing siswa berpikir kritis berbasis data.

SuaraJogja.id - Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di pelbagai perguruan tinggi diimbau untuk segera melakukan reorientasi kurikulum, khususnya dalam memperkuat kecakapan numerasi mahasiswa.

Rekomendasi strategis ini mengemuka dalam sidang promosi doktor Linda Indiyarti Putri yang digelar di Aula Lt. 3 Gedung Sugeng Mardiyono, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (30/7/2026).

Linda, yang resmi meraih gelar Doktor dalam bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, berhasil mempertahankan disertasi berjudul "Model Asesmen Penalaran Numerasi Multikontekstual Untuk Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah".

Dalam pandangannya, penguatan numerasi bagi calon guru madrasah tidak boleh berhenti pada mata kuliah matematika dasar. Lebih dari itu, guru lulusan PGMI harus mampu menuntun siswa sekolah dasar berpikir kritis berbasis data.

Oleh sebab itu, diperlukan instrumen asesmen yang sanggup memberikan masukan balik (feedback) yang detail bagi pengembangan kurikulum di tingkat prodi.

“NU-ReMA dikembangkan justru untuk membantu program studi PGMI. Selama ini, belum ada alat ukur yang secara khusus dan komprehensif dapat memetakan kekuatan serta kelemahan penalaran numerasi mahasiswa secara kontekstual, terukur, dan adil,” terang Dr. Linda.

Model NU-ReMA yang dikembangkan Linda dibekali dengan buku panduan implementasi serta sistem analisis Item Response Theory (IRT) politomus.

Sistem ini memungkinkan pengelola prodi melihat profil kemampuan mahasiswa secara spesifik per indikator, sehingga intervensi kurikulum yang dilakukan di masa mendatang bisa tepat sasaran.

Uji empiris yang melibatkan 1.319 mahasiswa PGMI dari 30 kampus menegaskan bahwa model ini sangat handal untuk diterapkan secara nasional.

Baca Juga: Mahasiswa UNY Akui Sengaja Bakar Tenda Polisi Pakai Pilox dan Korek yang Diberi Orang Tak Dikenal

Kehadiran instrumen ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengambil kebijakan di Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan dalam merumuskan standar kompetensi numerasi guru MI.

Rangkaian ujian terbuka ini diuji oleh jajaran akademisi terkemuka: Dr. Sukarno, S.Pd., M.Hum. (Ketua Penguji), Prof. Dr. Aman, M.Pd. (Sekretaris Penguji), Prof. Dr. Heri Retnawati, S.Pd., M.Pd. (Promotor), Prof. Dr. Amat Jaedun, M.Pd. (Kopromotor), Dr. Anidi, M.S.I., M.H. dari Universitas Muhammadiyah Kendari (Penguji Utama 1), dan Prof. Dr. Ir. Edy Supriyadi, M.Pd. (Penguji Utama 2).

"Saya menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada promotor, ko-promotor, dosen, dan seluruh civitas akademika UNY. Ilmu yang saya peroleh di kampus ini akan saya baktikan untuk mendorong kualitas pendidikan tinggi ke arah yang lebih baik," ungkap Dr. Linda di akhir ujian.

Load More