- Petugas Damkar Kulon Progo membantu seorang mahasiswi UNY membuka tutup botol minum yang macet pada Selasa, 28 April 2026.
- Mahasiswi tersebut mendatangi kantor Damkar karena gagal membuka botol miliknya meski telah meminta bantuan pihak lain sebelumnya.
- Petugas berhasil membuka tutup botol dalam waktu 15 menit menggunakan alat mekanik tanpa merusak kondisi fisik botol tersebut.
SuaraJogja.id - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Kulon Progo kembali membuktikan bahwa keahlian mereka melampaui urusan pemadaman api.
Kali ini bukan evakuasi ular atau bahkan biawak, bukan pula evakuasi cincin yang tersangkut di jari tangan. Melainkan membuka tutup botol minum atau tumbler milik seorang mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
"Ya itu ceritanya membuka tumbler itu susah sekali, mahasiswa UNY. Terus sudah minta tolong temannya, minta tolong Pak Satpam, kemana-mana nggak bisa, terus diarahkan sama temannya, 'coba ke Damkar aja' gitu," kata Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Raden Chris Hartanto, saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Diceritakan Chris, kejadian ini bermula ketika sang mahasiswa merasa haus sejak pagi hari. Namun usahanya untuk meminum air di dalam botol tersebut terhalang oleh tutup yang tidak bisa diputar.
Setelah berbagai upaya dilakukan secara mandiri maupun meminta bantuan orang sekitar gagal, mereka akhirnya memutuskan mendatangi kantor Damkar sekitar pukul 11.00 WIB siang tadi.
"Iya nggak bisa dibuka, kencang banget gitu loh, ngancing," ucapnya.
Meskipun terlihat sederhana, diperlukan peralatan khusus milik tim penyelamat untuk bisa melonggarkan tutup tersebut tanpa merusak badan botol.
"Iya, terlalu terlalu kuat menekannya, nutupnya. Kalau bahasa Jawanya itu terlalu mantrep," ungkapnya.
Proses evakuasi botol minum ini memakan waktu kurang lebih 10 hingga 15 menit. Petugas menggunakan sejumlah peralatan mekanik sederhana seperti tang dan alat penjepit lainnya untuk mencungkil bagian tutup yang macet.
Baca Juga: Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak
"Sekitar 10 menit sampai 15 menit. Ya itu biasa ada (alat) penjepit gitu, ada tang, alat-alat sederhana sebetulnya," ucapnya.
Menariknya, kata Chris, kehadiran dua mahasiswi ini ke kantor Damkar diiringi dengan suasana canggung. Ia bilang bahwa pemilik botol terlihat malu-malu saat mengutarakan maksud kedatangannya.
"Ya malu-malu, malu-malu tersipu sambil senyum-senyum gitu," ungkapnya.
Chris bahkan sempat melontarkan candaan kepada mahasiswa tersebut untuk mencairkan suasana yang kikuk. Ia berkelakar bahwa alasan botol macet itu hanyalah sebuah alasan agar para mahasiswa tersebut bisa berkunjung dan bertemu dengan para petugas di sana.
"Tadi juga saya bilang, 'Wah, ini cuma pura-pura ini, cuma mau ke pengen ketemu Pak Damkar' gitu," tambahnya.
Ia memastikan bahwa tumbler tersebut tetap dalam kondisi baik setelah dibuka menggunakan alat. Botol milik mahasiswa UNY itu masih bisa berfungsi normal dan dapat digunakan kembali untuk menampung air.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Daycare Little Aresha Dicoret-coret, Dua Motor Disiram Cat Hitam, Satpol PP Disiagakan Jaga Lokasi
-
Wali Kota Yogyakarta Identifikasi Belasan Daycare Layak untuk Relokasi Korban Little Aresha
-
Pencuri Bilah Gamelan di FIB UGM Ditangkap, Sudah Beraksi di ISI dan Dijual ke Tukang Rongskok
-
Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 9 Perjalanan KA Daop 6 Yogyakarta Resmi Dibatalkan
-
Sultan Jogja Murka Kasus Daycare, Psikolog: Jangan Abaikan Naluri Orang Tua!