- Bangunan daycare Little Aresha di Yogyakarta mengalami aksi vandalisme berupa coretan umpatan pada Selasa, 28 April 2026.
- Aksi perusakan tersebut terjadi diduga akibat kemarahan warga atas kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare.
- Pemerintah Kota Yogyakarta menugaskan Satpol PP untuk menjaga lokasi dan menyediakan tim pendampingan pemulihan bagi anak korban.
SuaraJogja.id - Bangunan daycare Little Aresha yang sebelumnya menjadi tempat penitipan anak yang berperkara tampak penuh coretan bernada umpatan, Selasa (28/4/2026). Dinding bangunan dan papan visi misi sekolah dicoret dengan cat semprot oleh orang yang dikenal.
Sementara dua sepeda motor yang berada di halaman terlihat disiram cat hitam. Aksi vandalisme tersebut diduga terjadi setelah mencuatnya kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di daycare tersebut.
Coretan-coretan memenuhi beberapa sisi tembok bangunan. Sebagian berupa umpatan kemarahan terhadap dugaan perlakuan buruk pengelola daycare kepada anak-anak.
Cat hitam juga tampak menetes di bodi dua sepeda motor yang terparkir di halaman. Tumpahan cat meninggalkan bekas hingga ke lantai.
Salah seorang warga sekitar yang tidak mau disebut namanya, Selasa Siang mengatakan, coretan tersebut belum terlihat pada malam sebelumnya. Ia baru mengetahui kondisi itu setelah mendapat kabar dari aparat wilayah.
"Coretan umpatan itu tadi malam belum ada. Kami baru melihat pagi ini setelah dapat telepon dari Babinsa," ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak meluapkan kemarahan dengan tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Meski demikian, dia memahami emosi para orang tua yang anaknya diduga menjadi korban. Namun ia memastikan proses hukum sedang berjalan dan harus dihormati bersama.
"Ya, saya bisa memahami emosi dari orang tua. Emosi memang ada, tetapi kami mohon untuk bersabar. Keadilan sedang diupayakan sebaik-baiknya di negara ini, sehingga percayakanlah kepada pihak yang berwajib. Tidak usah menghakimi sendiri supaya tidak menimbulkan benturan," paparnya.
Baca Juga: Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak
Untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi, menurut Hasto, Pemkot menugaskan personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi daycare.
Pengawasan perlu dilakukan agar situasi tetap kondusif. Dengan demikian tidak terjadi tindakan main hakim sendiri di tengah proses hukum yang masih berlangsung.
"Saya sudah sampaikan supaya ada pengawasan agar tidak terjadi main hakim sendiri. Itu penting sekali," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga fokus pada penanganan anak-anak yang diduga menjadi korban. Hasto menyebut tim pendampingan telah disiapkan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis anak.
Tim tersebut melibatkan berbagai unsur profesional. Tak hanya psikolog namun juga pendamping hukum hingga proses hukum kelar.
"Timnya sudah lengkap. Ada psikolog sekitar 18 orang, kemudian masih didampingi psikolog dari tingkat provinsi dan juga KPAI. Selain itu ada pendampingan dari konsultan hukum," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi
-
BRI Umumkan Buyback Saham Hingga Rp500 Miliar Sesuai Ketentuan OJK
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
-
8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan
-
Shafiyah Journey & Expo 2026 Bakal Hadir di Jogja: Jadi Ruang Terpadu Gaya Hidup Islami