- Terjadi dugaan kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak Little Aresha, Kota Yogyakarta, yang memicu keprihatinan banyak pihak.
- Pemerhati anak Nofrizal Sayuti menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua dalam memeriksa legalitas dan kompetensi pengasuh di lembaga daycare.
- Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut sebagai bentuk kejahatan luar biasa.
SuaraJogja.id - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta kembali memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat serius perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat, maupun pemerintah.
Pemerhati perempuan dan anak sekaligus advokat dari Yogyakarta, Nofrizal Sayuti di Yogyakarta, Senin (27/4/2026) menilai kejadian tersebut menunjukkan potensi kekerasan terhadap anak bisa terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di tempat yang selama ini dipercaya orang tua sebagai ruang aman bagi anak.
"Perlindungan anak merupakan usaha setiap anggota masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Nofrizal, kasus kekerasan terhadap anak dapat muncul dalam berbagai bentuk dan terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Bahkan dalam banyak kasus, pelaku justru berasal dari orang-orang yang dikenal dan dipercaya oleh anak, seperti orang tua, teman, guru, maupun pihak yang diberi tanggung jawab sebagai pengasuh.
Kekerasan seringkali dilakukan pihak yang seharusnya menjadi pelindung atau pengasuh anak. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman tentang hak-hak anak dan dampak psikologis yang ditimbulkan dari tindakan kekerasan.
"Kekerasan terhadap anak bisa bersumber dari sosok yang dipercaya oleh anak, seperti bapak, ibu, teman, guru, maupun tempat pengawasan yang dipercayakan oleh orang tua. Karena itu, kewaspadaan terhadap lingkungan pengasuhan menjadi sangat penting," tandasnya
Nofrizal menambahkan, kasus kekerasan yang terjadi dalam keluarga pengganti sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa situasi, kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga relatif lebih mudah terdeteksi karena adanya akses langsung dari anggota keluarga atau masyarakat sekitar.
Namun situasi berbeda terjadi ketika kekerasan berlangsung di tempat penitipan anak. Menurutnya, lembaga daycare sering kali tampil sebagai institusi yang meyakinkan dan dipercaya oleh orang tua untuk membantu pengasuhan anak.
"Tempat penitipan anak sering terlihat dapat dipercaya dalam mengasuh anak-anak. Tetapi ketika justru di tempat itu terjadi kekerasan, maka kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Tempat yang seharusnya aman bagi anak justru berubah menjadi ruang yang menakutkan," tandasnya.
Baca Juga: Berawal dari Ijazah Ditahan, Eks Karyawan Bongkar Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
Ia menilai, kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan, perlu memberikan perhatian serius terhadap perlindungan anak.
Selain itu diperlukan langkah sejumlah pihak yang memberikan perhatian terhadap laporan para orang tua korban. Hal itu merupakan bagian penting dalam upaya menegakkan perlindungan anak.
"Peran orang tua dalam memastikan keamanan anak sebelum menitipkan mereka di lembaga pengasuhan," ungkapnya.
Ia menyarankan agar orang tua memeriksa kelengkapan syarat dan legalitas lembaga daycare. Hal itu untuk memastikan para pengasuh memiliki kompetensi dan pemahaman yang memadai tentang pengasuhan anak.
"Ke depan, orang tua perlu memastikan kelengkapan syarat-syarat menjadi orang tua asuh atau orang tua pengganti di lembaga daycare. Hal ini penting agar ada jaminan bahwa anak mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman tanpa ancaman kekerasan," jelasnya.
Selain itu, orang tua juga perlu menilai kelayakan serta kemampuan para pengasuh dalam menjalankan kewajibannya. Apabila ditemukan adanya kekurangan atau penyimpangan dalam praktik pengasuhan, orang tua diharapkan dapat segera mengambil langkah untuk memperbaiki atau melaporkannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak
-
Terungkap! 5 Fakta Mengerikan Kasus Kekerasan Berantai di Daycare Little Aresha Jogja
-
Neraka Berkedok Daycare di Jogja: Bayi Diikat, Lapar, dan Pulang Bawa Luka
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Bakal Sweeping Daycare Tak Berizin
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan