- Polda DIY sedang menyelidiki dugaan malapraktik setelah seorang balita meninggal dunia usai menjalani sedasi di RSUD Prambanan.
- Penyidik telah meminta keterangan dari delapan orang saksi, termasuk tenaga medis serta dua dokter RSUD Prambanan.
- Pihak RSUD Prambanan menyatakan pelayanan sudah sesuai prosedur dan tetap kooperatif menjalani proses hukum di kepolisian.
SuaraJogja.id - Polda DIY terus mendalami kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan yang dilaporkan keluarga seorang balita meninggal dunia usai menjalani tindakan sedasi untuk pemeriksaan CT scan. Dalam perkembangan terbaru, polisi telah meminta klarifikasi terhadap dua dokter dari RSUD Prambanan.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena Sri Wahyuningsih mengatakan hingga saat ini penyelidikan masih terus berjalan. Total ada 8 orang yang sudah dimintai keterangan.
"Terkait kasus dugaan malpraktik di RSUD Prambanan saat ini masih dalam tahap penyelidikan," kata Verena, dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Disampaikan Verena, pada pekan lalu penyidik telah meminta klarifikasi terhadap lima orang yang terdiri atas orang tua korban, perangkat desa, pihak posyandu, dan tenaga medis puskesmas.
Sementara pada pekan ini, penyidik kembali memeriksa tiga orang tambahan. Termasuk dua dokter dari RSUD Prambanan yang menangani pasien.
"Sampai saat ini ada 8 orang yang sudah dimintai klarifikasi, yaitu minggu lalu Polda DIY sudah meminta klarifikasi terhadap 5 orang dan minggu ini ada 3 orang yang telah dimintai klarifikasi yaitu 1 dokter dari klinik pemberi rujukan dan 2 dokter dari RSUD Prambanan," tuturnya.
Sebut Tak Ada Kelalaian Medis
Kuasa hukum RSUD Prambanan, Hifdzil Alim menegaskan audit internal maupun pengawasan dari organisasi rumah sakit menyatakan pelayanan yang diberikan sudah sesuai prosedur.
"Ya, tentu hasil auditnya pada prinsipnya begitu. Jadi pada prinsipnya itu sudah sesuai, sudah sesuai dengan standar, sudah sesuai dengan prosedur," kata Hifdzil, ditemui di Mapolda DIY, Jumat.
Baca Juga: Hasil Audit Kasus Dugaan Malapraktik Balita, RSUD Prambanan Sebut Tak Ada Kelalaian Medis
Ia menyebut rumah sakit tetap kooperatif dalam proses penyelidikan yang dilakukan Polda DIY.
Di tengah proses hukum yang berjalan, RSUD Prambanan memastikan tidak memiliki rencana melaporkan balik keluarga korban. Hifdzil menyebut persoalan tersebut dipandang sebagai masalah komunikasi yang diharapkan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
"Sampai detik ini klien kami tidak berencana untuk melaporkan balik karena ini menurut klien kami ini hanya soal komunikasi," tegasnya.
Terkait komunikasi dengan pihak keluarga pasien sendiri, kata Hifdzil, pihak rumah sakit telah dua kali mengundang keluarga korban dan kuasa hukumnya untuk memberikan penjelasan terkait pelayanan medis yang diberikan kepada pasien. Namun, undangan tersebut belum dapat dipenuhi oleh pihak keluarga.
"Dua kali kami sampaikan undangan namun keluarga pasien maupun kuasa hukum berhalangan hadir. Kami menghormatinya, klien kami menghormatinya, dan pada prinsipnya kami siap apabila diminta untuk memberikan penjelasan atau informasi terkait kesehatan," tandasnya.
Kasus ini mencuat setelah seorang balita NDMP (3) meninggal dunia usai menjalani tindakan sedasi untuk pemeriksaan CT scan pada April 2026 lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
-
8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan
-
Shafiyah Journey & Expo 2026 Bakal Hadir di Jogja: Jadi Ruang Terpadu Gaya Hidup Islami
-
Persulit Usulan Gelar Pahlawan HB II, Trah Sultan Gugat UU Gelar dan Tanda Jasa ke MK
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM