Budi Arista Romadhoni
Selasa, 28 April 2026 | 09:15 WIB
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Paramayuda/app/agr]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan pembatalan 9 perjalanan KA di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
  • KAI Daop 6 meminta maaf dan prioritaskan keselamatan akibat kelambatan perjalanan yang sangat tinggi.
  • Penumpang terdampak dapat mengajukan pengembalian bea tiket 100 persen hingga 7 hari ke depan.

SuaraJogja.id - Dampak serius dari insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, masih terus dirasakan oleh para pengguna jasa transportasi berbasis rel hingga hari ini, Selasa (28/4/2026).

Gangguan signifikan pada jalur vital tersebut memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mengambil langkah berat dengan membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA) lintas selatan yang menuju maupun berasal dari arah Jakarta.

Keterlambatan yang sangat tinggi akibat proses evakuasi dan normalisasi jalur di Bekasi menjadi alasan utama pembatalan ini demi menjamin keselamatan operasional.

Manajemen KAI Daop 6 Yogyakarta secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang rencana perjalanannya terganggu total akibat situasi darurat ini.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, di Yogyakarta, Selasa, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi terkait penanganan di lokasi kejadian.

"KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, KAI terus melakukan upaya penanganan di lokasi tersebut agar jalur dan perjalanan KA dapat segera normal kembali," kata Feni.

Ia menjelaskan, keputusan pembatalan diambil sebagai bentuk rekayasa pola operasi untuk meminimalisir dampak yang lebih luas bagi penumpang.

Berdasarkan data terbaru hingga Selasa pukul 06.00 WIB, tercatat total 9 perjalanan KA yang terkait dengan wilayah Daop 6 Yogyakarta resmi dibatalkan operasionalnya untuk keberangkatan tanggal 27 dan 28 April.

Untuk keberangkatan hari ini, Selasa (28/4), terdapat lima KA yang dibatalkan, yaitu KA 143B Madiun Jaya (Madiun-Pasarsenen), KA 75B Mataram (Solobalapan-Pasarsenen), KA 149 Singasari (Blitar-Pasarsenen), KA 61B Manahan (Solobalapan-Gambir), dan KA 257 Progo (Lempuyangan-Pasarsenen).

Baca Juga: Pelaku Pembakaran Gerbong di Stasiun Yogyakarta Jadi Tersangka, KAI Alami Kerugian Rp 6,9 Miliar

Sementara itu, untuk perjalanan kemarin, Senin (27/4), empat KA yang terdampak pembatalan adalah KA 76B Mataram (Pasarsenen-Solobalapan), KA 150 Singasari (Pasarsenen-Blitar), KA 64B Manahan (Gambir-Solobalapan), dan KA 258 Progo (Pasarsenen-Lempuyangan).

KAI Daop 6 memastikan hak-hak penumpang yang terdampak akan dipenuhi sepenuhnya. Feni menjamin para penumpang akan mendapatkan pengembalian bea tiket secara utuh atau 100 persen di luar bea pesan.

Proses refund  ini dipermudah dengan berbagai saluran yang disediakan KAI agar penumpang tidak perlu berdesakan di stasiun.

"Batas waktu proses pembatalan dan pengembalian bea sampai dengan tujuh hari dari tanggal dan jam yang tertera pada tiket," ujarnya.

Penumpang dapat melakukan proses pembatalan melalui aplikasi Access by KAI memanfaatkan fitur VoIP, menghubungi Contact Center 121, atau mendatangi loket stasiun online yang memungkinkan untuk pemrosesan tersebut.

KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan pemulihan jalur dan normalisasi perjalanan KA di wilayah Daop 6 melalui berbagai kanal informasi resmi perusahaan.

Load More