- Pemerintah pusat berencana melibatkan taruna Akademi Militer untuk melatih kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat mulai tahun ajaran 2026/2027.
- Dinas Sosial DIY menilai pelibatan taruna belum mendesak karena pembinaan kedisiplinan oleh TNI dan Polri sudah berjalan efektif.
- Dinas Sosial DIY akan tetap menjalankan pola pembinaan karakter yang ada sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.
SuaraJogja.id - Pemerintah pusat berencana akan melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil) untuk memberikan pelatihan kedisiplinan kepada siswa Sekolah Rakyat. Kebijakan ini akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekretaris Dinas Sosial (dinsos) DIY, Suyarno di Yogyakarta, Senin (6/7/2026) menyatakan keterlibatan Akmil belum dianggap sebagai kebutuhan mendesak di DIY. Sebab pola pembinaan yang selama ini dilakukan bersama TNI dan Polri di Sekolah Rakyat sudah berjalan efektif sehingga belum melihat urgensi adanya tambahan personel dari taruna Akmil.
"Kalau terkait pelatihan yang sifatnya kedisiplinan atau semi-militer seperti itu, yang sudah kita lakukan selama ini adalah bekerja sama dengan Kodim, Koramil setempat, serta Kepolisian. Kalau wacana taruna ini tentunya kami belum bisa bersikap seperti apa karena memang ini hal baru dan masih sebatas wacana," katanya.
Suyarno menyebut, pihaknya masih menunggu kejelasan kebijakan pemerintah pusat mengenai pelibatan taruna. Menurutnya, hingga kini program tersebut masih sebatas wacana sehingga belum bisa menjadi dasar bagi daerah untuk menentukan sikap.
Meski demikian, ia menegaskan, jika tujuan pelibatan taruna adalah untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa, fungsi tersebut sejatinya sudah dijalankan dengan baik oleh jajaran TNI dan Polri yang selama ini mendampingi Sekolah Rakyat di DIY di Sekolah Rakyat Sonosewu maupun Purwomartani.
Menurut Suyarno, mayoritas peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Latar belakang tersebut membuat banyak siswa belum terbiasa hidup dengan aturan yang ketat sebelum memasuki pendidikan berasrama.
"Ketika kita bicara siswa Sekolah Rakyat, mereka berasal dari keluarga miskin. Hal-hal terkait kedisiplinan, tepat waktu, mau mengantre, itu sebelumnya belum menjadi kebiasaan karena di rumah tidak ada aturan yang benar-benar diterapkan," paparnya.
Karena itu pembinaan karakter menjadi fokus utama sejak hari pertama siswa memasuki Sekolah Rakyat. Pelatihan disiplin dilakukan secara intensif pada masa orientasi agar kebiasaan baru dapat terbentuk sejak awal.
Materi yang diberikan tidak hanya berupa latihan baris-berbaris, tetapi juga pembiasaan menjalani aktivitas sehari-hari secara tertib dan tepat waktu seperti antre saat makan, duduk dengan tertib, berdoa sebelum dan sesudah makan, mengikuti salat berjamaah tepat waktu, hingga mematuhi jadwal belajar dan istirahat.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Rama Billiard Mergangsan: Karyawan Sempat Dengar Suara 'Kretek-kretek'
"Mulai dari yang dasar seperti baris-berbaris. Kemudian bagaimana ketika akan makan, salat berjamaah, semuanya diajarkan agar tepat waktu dan tidak menunda-nunda," ujarnya.
Menurut Suyarno, perubahan perilaku siswa dapat terlihat dalam waktu relatif singkat. Anak-anak yang sebelumnya terbiasa hidup tanpa jadwal kini mampu menjalankan seluruh aktivitas harian secara teratur.
"Kita bisa melihat mereka bisa melaksanakan semuanya dengan lebih baik," katanya.
Karenanya alih-alih wacana pelibatan taruna Akmil, Dinsos DIY menilai pengalaman di lapangan menunjukkan kolaborasi dengan Kodim, Koramil dan kepolisian sudah cukup memenuhi kebutuhan pembinaan disiplin.
Karena itu, sembari menunggu keputusan resmi pemerintah pusat, Dinsos DIY memilih tetap menjalankan pola pembinaan yang telah berjalan selama ini dan terbukti mampu membentuk karakter siswa Sekolah Rakyat.
"Kondisi yang ada saat ini sudah berjalan dengan baik. Yang kami lakukan adalah menjaga agar pembinaan kedisiplinan itu terus berlanjut," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21
-
Proyek PSEL DIY Dikebut Akhir Tahun, Tapi Izin Belum Diajukan
-
Stem Cell Jadi Ladang Bisnis Kecantikan, Dokter Ingatkan Produk Ilegal dan Klaim Berlebihan
-
BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026
-
Papermoon Gelar Pesta Boneka #10 di Jogja, Hadirkan 193 Seniman dari 24 Negara