SuaraJogja.id - Ratusan warga di Dusun Nglempong Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak menjalani pemeriksaan Covid-19 secara massal pada Kamis (27/5/2021).
Pemeriksaan ini sebagai tindaklanjut dari temuan 12 warga yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menggelar kegiatan silaturahmi saat Lebaran lalu.
Kepala UPT Puskesmas Ngemplak I, Seruni Anggraini Susila mengatakan pemeriksaan ini diputuskan setelah pihaknya menggelar rapat koordinasi darurat dengan Satgas Covid-19 tingkat kapanewon dan kelurahan setelah temuan 12 kasus positif Covid-19 itu.
"Karena ada kegiatan kunjung-mengunjungi inilah yang berpotensi bahwa ada indikasi penularan komunitas [masyarakat] maka kita laksanakan screening massal pada hari ini," kata Seruni saat ditemui awak media di Dusun Nglempong, Kamis (27/5/2021).
Seruni menuturkan, setidaknya ada 304 warga yang akan menjalani pemeriksaan. Namun pemeriksaan atau testing akan dilakukan dengan sejumlah cara yakni rapid tes antibodi dan swab PCR.
Dari sekitar 300-an warga tersebut, tidak semuanya menjalani swab PCR. Swab PCR hanya akan langsung ditujukan kepada kontak erat dari 12 kasus positif kemarin saja.
"Dari 304 itu sebagian besar sekitar 178 orang akan menjalani rapid tes antibodi saja. Yang kami swab PCR adalah mereka yang sudah bergejala atau ring satu dari rumah yang 12 kasus positif ini," tuturnya.
Kendati begitu, jumlah warga yang akan dilakukan swab PCR juga dapat dimungkinkan untuk bertambah. Hal itu melihat hasil dari rapid tes antibodi dari sejumlah warga lainnya.
"Kemudian dari 51 warga yang akan kami swab PCR bisa bertambah lagi andai kata dari warga yang rapid antibodi reaktif maka langsung kami ambil untuk swab PCR," ujarnya.
Baca Juga: Izin Liga 1 Belum Keluar, PSS Sleman: Kompetisi Jangan Molor Lagi
Awalnya, Seruni berencana untuk menggunakan swab antigen sebagai alat testing. Namun rata-rata warga mengaku lupa kapan terakhir kontak dengan 12 orang kasus positif Covid-19 sehingga langsung diputuskan untuk swab PCR langsung.
"Rata-rata dari warga ini lupa-lupa inget kapan kontak terakhir dengan 12 kasus positif ini akhirnya kami putuskan untuk swab PCR langsung saja," ungkapnya.
Terlebih, Seruni melanjutkan, antigen hanya bisa efektif dilakukan testing pada seseorang di tujuh hari pertama dari kontak. Jika lebih dari itu dapat dimungkinkan bahwa justru akan menghasilkan negatif palsu.
"Sehingga kami langsung menggunakan swab PCR saja terutama bagi mereka yang bergejala dan kontak erat ring satu langsung PCR tanpa antibodi. Warga lain antibodi dulu kalau reaktif langsung swab PCR," tegasnya.
Ditanya terkait dengan sebaran kasus Covid-19 di Dusun Ngemplong, Seruni belum bisa memastikan bisa disebut kluster. Pihaknya masih akan menunggu hasil dari pemeriksaan massal pada warga tersebut untuk lebih memastikan.
"Klauternya baru bisa disebut hasil ini [pemeriksaan massal]. Sementara 12 [kasus positif Covid-19 awal ] ini belum bisa kami disebut klaster dulu, menunggu hasil. Kalau ternyata banyak maka bisa disebut klaster efek dari hari raya saling kunjung mengunjungi. Hasilnya nanti sekitar 2-3 hari PCR keluar," tandasnya.
Tag
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan
-
Raih 333 Medali di SEA Games 2025, Atlet Indonesia Diperkuat Literasi Keuangan
-
Waspada Penipuan Menggunakan Suara Soimah, Korban Dijanjikan Hadiah Rp100 Juta
-
Maling Anjing di Lereng Merapi Sleman Menyerahkan Diri, Kasus Berakhir Damai di Polsek