Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Kamis, 27 Mei 2021 | 12:30 WIB
Ilustrasi foto syur. (via Beritabali.com)

SuaraJogja.id - Dunia pendidikan di Gunungkidul kembali diguncang. Setelah ada oknum guru yang mengirim pesan bernada seolah melecehkan Ketua DPRD Gunungkidul, kini ada foto syur oknum Kepala Sekolah sebuah Taman Kanak-kanak (TK) di bawah pembinaan Kementrian Agama yang beredar melalui aplikasi pesan di handphone.

Dari sejumlah foto syur yang tersebar ada foto di mana oknum guru tersebut selfie menunjukkan bagian alat vital namun masih mengenakan kerudung atau jilbab. Tak hanya 1 foto namun ada belasan foto yang beredar.

Sosok di balik foto syur tersebut belakangan diduga sebagai YF, seorang kepala TK di Kalurahan Bleberan Kapanewonan Playen. Foto-foto tersebut beredar luas di Bleberan dan menjadi keprihatinan berbagai pihak terlebih merupakan kepala sekolah di bawah lingkungan Kemenag.

Foto syur sudah beredar sebelum bulan puasa

Baca Juga: Gelombang Tinggi, Warung dan Perahu Nelayan di Gunungkidul Rusak Diterjang Air Laut

Salah seorang guru TK di Bleberan membenarkan adanya foto-foto vulgar tersebut. Foto-foto tersebut beredar di rekan sesama guru TK di wilayah Bleberan bahkan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pendidikan Playen. Setahu dirinya ada 18 foto vulgar yang beredar di lingkungan instansi pendidikan.

"Jadi itu semacam nomor WAnya disadap. Terus foto-foto itu dikirim ke teman-temannya, ada pula yang ke keluarganya," paparnya sembari menandaskan agar identitasnya disembunyikan, Kamis (27/5/2021).

Menurutnya, foto-foto tersebut sebenarnya sudah beredar sebelum puasa kemarin. Namun baru dihebohkan warga Bleberan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan pihak pengawas konon sudah mengetahuinya dan menindaklanjutinya dengan melaporkan peristiwa tersebut ke Kantor Kemenag Gunungkidul. Oleh Kantor Kemenag dikembalikan ke Yayasan yang menaunginya.

Rekan gurunya tersebut mengungkapkan jika yang bersangkutan adalah janda dan baru resmi bercerai selama pandemi ini. Foto-foto yang beredar tersebut sebagian besar adalah foto berpose selfie dan sesama rekan guru menduga jika foto tersebut dibuat karena teman lelaki yang memintanya.

"Mungkin itu foto diminta teman lelakinya itu,"duganya.

Baca Juga: 4 Kali Ganti Motor, Sarmidi Tempuh 160 Km Mengajar di Puncak Tertinggi Gunungkidul

Ia sendiri mengaku sangat menyesalkan adanya foto vulgar yang beredar tersebut karena mencoreng dunia pendidikan terutama lembaga pendidikan yang berada di bawah pembinaan Kantor Kemenag. Karena dengan perilaku yang bersangkutan serasa mencoreng tenaga pendidik di lembaga tersebut.

Load More