Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Selasa, 08 Juni 2021 | 14:48 WIB
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Kendati terjadi penurunan target dan pendapatan PAD, ada hal positif yang dijumpai dalam urusannya dengan pajak di Sleman, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Jumlah pelunasan PBB pada 2020 terhitung meningkat, demikian pula dengan kepatuhan membayar PBB pada 2021.

"Pada 2021 ini, Kapanewon Cangkringan tercatat sebagai kapanewon pertama yang seluruh warganya sudah lunas membayar PBB," terangnya.

Sejauh ini, Pemkab terus melakukan upaya ke lapangan dan bekerjasama dengan pemerintah padukuhan, kalurahan dalam pekan pembayaran PBB. Dengan demikian Pemkab Sleman dapat mengejar realisasi yang ditargetkan 2021.

Baca Juga: Masa Jabatan Hanya 3,5 Tahun, Bupati Sleman: Kami Legawa

"Karena rerata wajib pajak usaha itu mereka minta keringanan, pengurangan. Karena kondisinya memang cukup berat. Sehingga dengan pemberian pengurangan ini, harapannya mereka bisa segera melunasi," ucapnya.

Panewu Cangkringan Suparmono membenarkan, bahwa seluruh warga Cangkringan telah menyelesaikan pembayaran PBB P2 pada Mei 2021.

"Ini sejarah baru bagi kapanewon Cangkringan, bisa lunas PBB pada Mei dalam empat tahun terakhir. Biasanya Cangkringan lunas pada September," terangnya.

Menurut Suparmono, hal tersebut didukung dengan adanya komitmen dari para pamong, untuk membantu keuangan Pemda yang sedang sulit di masa pandemi. Begitu juga semangat gotong-royong di tengah masyarakat, untuk sama-sama tertib membayar PBB.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga: Sandiaga Uno Sosialisasikan Desa Wisata di Pentingsari Sleman

Load More