SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mulai menyasar vaksinasi ke kelompok Disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hal itu menyusul hampir selesainya vaksinasi kelompok tenaga pendidik (pelayanan publik).
Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja menjelaskan, hingga saat ini vaksinasi guru TK, PAUD, SD, dan SMP sudah selesai. Selanjutnya, Dinkes akan memprioritaskan vaksinasi untuk kelompok lansia dan pralansia.
"Guru-guru sudah hampir selesai tinggal Madrasah Aliyah (MA). Dosen juga sudah mulai. Iya, jadi dari arahan Kemenkes dan Kemensos, bahwa vaksinasi pertama kita laksanakan kepada kelompok rentan. Golongan paling rawan siapa? warga lanjut usia (lansia). Lalu diturunkan sedikit, pralansia. Nah disana ada ODGJ juga ada disabilitas," terang Agus dihubungi wartawan, Jumat (11/6/2021).
Ia menambahkan bahwa masyarakat yang masuk dalam kategori pralansia cukup rawan terpapar Covid-19, apalagi warga pralansia yang tiap harinya beraktivitas di luar.
"Termasuk ODGJ dan disabilitas dan orang yang rentan terhadap Covid-19 saat beraktivitas. Ini tentu menjadi sasaran vaksin," jelas dia.
Disinggung vaksin apa yang akan digunakan untuk vaksinasi disabilitas, pihaknya belum memberikan keterangan detail. Namun selama Juni ini, vaksinasi dosis pertama ke masyarakat Bantul akan menggunakan AstraZeneca.
"Pada Juni ini untuk masyarakat Bantul akan mendapat vaksin AstraZeneca pada dosis pertamanya. Tidak perlu khawatir karena sejak awal Juni sekitar 20 ribu vaksin yang telah didistribusi tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)," jelas dia.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Dinsos P3A Kabupaten Bantul Tunik Wusri Arliani menjelaskan bahwa ada sekitar enam ribu penyandang disabilitas yang ada di Bantul.
"Jumlahnya kurang lebih enam ribu itu disabilitas termasuk ODGJ," kata dia.
Baca Juga: Pertama di Kalsel, Banjarbaru Vaksinasi Penyandang Disabilitas
Jumlah warga disabilitas yang akan divaksin, kata Tunik masih dalam pendataan lebih lanjut. Kendati demikian Dinsos P3A sudah mengajukan ke Dinkes dan juga pusat.
"Kemarin sudah kami ajukan, nanti yang diterima berapa kami menunggu dahulu. Jika sudah pasti kami akan segera sampaikan," ujar dia.
Pihaknya tak menampik bahwa vaksiansi untuk disabilitas akan berbeda dengan vaksinasi kelompok yang sudah lebih dulu memulai.
"Tentu difabel ini memiliki kendala, entah itu kendala mobilitas atau lainnya. Jadi kami masih menggelar rapat lagi dengan OPD terkait cara vaksinasi yang cepat, tepat dan mudah untuk mereka," kata Tunik.
Meski belum ada jumlah pasti disabilitas yang akan divaksin, Tunik mengungkapkan bahwa lebih kurang 10 ODGJ sudah pernah divaksin.
"Itu pasien yang dalam pemantauan kami selama di Bantul. Saat dia diperiksa dan memang butuh penanganan cepat, kami minta untuk vaksinasi lebih dulu. Tapi masih sedikit," katanya.
Berita Terkait
-
Pertama di Kalsel, Banjarbaru Vaksinasi Penyandang Disabilitas
-
Genjot Vaksinasi di Bantul, Agus Minta Warga Tak Perlu Takut dengan Vaksin AstraZeneca
-
Vaksinasi Massal di Sport Center Tangerang Picu Kerumunan, Zaki Berdalih: Ini Antusias
-
Vaksinasi ODGJ dan Penyandang Disabilitas di Kota Tangerang Dilakukan Door to Door
-
Banyak ODGJ Ngamuk saat Vaksinasi Door to Door, Puskesmas Kerahkan Nakes Khusus
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Dukung Asta Cita, BRI Fokuskan KUR untuk Perkuat Sektor Riil
-
Gustan Ganda di Sidang Tipikor: Dana Hibah Pariwisata Bukan Strategi Pemenangan Pilkada Sleman 2020
-
UU Keistimewaan DIY Tinggal Cerita Sejarah, GKR Hemas Desak Masuk Pembelajaran Sekolah
-
PSIM Yogyakarta Lepas Kasim Botan, Manajer Tim Spill Pemain Asing Baru
-
Isu Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Akademisi Nilai Menteri Sarat Kritik Layak Jadi Evaluasi