Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 22 Juni 2021 | 13:42 WIB
Gus Miftah soal gambar wanita menari di lembaran uang (Instagram/gusmiftah).

TONTON VIDEONYA DI SINI.

Jauh sebelumnya, pada 12 Februari 2019, Jokowi menyatakan menolak wacana jabatan presiden 3 periode. Kala itu Jokowi menilai, ada motif di balik penyebar isu wacana jabatan presiden 3 periode tersebut.

"Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode itu, ada 3 (motif) menurut saya. Satu, ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja," ujar Jokowi.

Kini, wacana tersebut kembali timbul ke permukaan dan kembali hangat dibicarakan. Kendati begitu, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman, menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi tegas menolak wacana jabatan presiden 3 periode.

Baca Juga: Golkar soal Isu Presiden 3 Periode: Jika Ada Amandemen Picu Kegaduhan Politik

Jokowi, kata Fadjorel, merasa tidak berminat untuk kembali memimpin Indonesia untuk yang kali ketiga.

"Saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden 3 periode. Konstitusi mengamanahkan 2 periode, itu yang harus kita jaga bersama. Janganlah membuat gaduh baru, kita sekarang fokus pada penanganan pandemi," ujar Stafsus Presiden mengulangi pernyataan Jokowi dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (19/6/2021).

Load More