SuaraJogja.id - Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menyatakan belum membuat laporan polisi kepada seorang perempuan yang mengunggah video dengan kata-kata tidak pantas hingga viral beberapa waktu lalu. Pihaknya masih memberi kesempatan kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Sehingga dalam peristiwa ini kepolisian Polda DIY belum memutuskan untuk membuat laporan polisi model A. Bisa saja Polri membuat laporan polisi model A. Namun sampai saat ini kita belum melaksanakan atau mengambil keputusan untuk membuat laporan polisi model A," kata Yuli saat menggelar konferensi pers di Mapolda DIY, Selasa (22/6/2021)
Namun, Yuli tidak menutup kemungkinan bahwa laporan polisi model A itu bisa saja dibuat. Pihaknya masih melihat perkembangan selanjutnya dari kasus ini.
"Bisa jadi ketika nanti perkembangan hari-hari berikut memungkinkan untuk membuat laporan polisi model A bisa saja, tetapi sekali lagi saat ini kita belum memutuskan untuk membuat laporan polisi model A," ujarnya.
Disampaikan Yuli bahwa keputusan ini diambil dengan tujuan yang bersangkutan menyadari potensi pelanggaran yang telah dilakukan. Selain itu juga menjadi pembelajaran bagi publik bahwa ada etika dalam menggunakan media sosial.
"Ada itu etika bermedsos, ada etika bergaul di media sosial yang itu potensi untuk terjadi tindak pidana undang-undang ITE dan lain sebagainya. Maka semaksimal mungkin kita melakukan proses atau lakukan tahapan-tahapan di virtual police tersebut," ungkapnya.
Yuli mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengundang yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Pihaknya juga telah mendapatkan keterangan dari yang bersangkutan.
"Namun memang tidak, belum dalam rangka pro justicia," imbuhnya.
Setidaknya ada empat orang yang sudah dimintai klarifikasi terkait dengan video itu. Di antaranya adalah AH (16) yang berpotensi menjadi tersangka seandainya memang laporan polisi itu dibuat.
Baca Juga: Viral Video ABG Mengumpat Saat Tempat Hiburan Malam Dibubarkan, Polda DIY Tes Urine
Lalu ada DP (15), SS (18) dan AY (24) yang semuanya diketahui sebagai saksi peristiwa atau video tersebut.
"Ini ada atau seandainya terbit LP arahnya ke itu, sekali lagi sementara kita belum mengambil kesimpulan untuk membuat laporan polisi," tegasnya.
Sekelompok pemudi itu ada yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa hingga mengurus rumah tangga (MRT). Rumah mereka diketahui juga berada di lingkungan yang berdekatan.
Sebelumnya diberitakan sebuah video berisikan beberapa perempuan yang tengah berada di salah satu tempat hiburan malam di DIY heboh di media sosial. Di dalam video itu terdengar nada kekesalan dari mereka karena tempat hiburan malam itu harus diminta tutup oleh pihak berwenang.
Selain tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker hingga menjaga jarak. Tempat hiburan malam itu juga telah melewati aturan jam operasional yang ditetapkan pemerintah.
Tidak berhenti di situ, video itu berlanjut ketika yang bersangkutan mengendarai sepeda motornya. Bersama teman-temannya salah seorang perempuan di video itu mengucapkan kata-kata yang tidak pantas sembari juga tidak memakai masker.
Berita Terkait
-
Viral Video ABG Mengumpat Saat Tempat Hiburan Malam Dibubarkan, Polda DIY Tes Urine
-
Pria Temukan Kertas di Dompet Almarhum Ayah, Tinggalkan Pesan Menohok untuk Driver Ojol
-
Tak Bisa Ditinggal, Dosen Bawa Anaknya Ngajar Kelas Online
-
Tinggal di Rumah Tua, Ibu Hampir Nangis Balitanya Terkunci dari Dalam Kamar
-
Ditonton 5 Juta Kali, Viral Perjuangan Wanita Dapatkan Hati Kekasih Sampai 7 Tahun
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat