SuaraJogja.id - Legenda Timnas Jerman, Lothar Matthaus memberi peringatan kepada Timnas Inggris jelang kedua negara berjumpa di babak 16 besar Euro 2020 pada 29 Juni mendatang.
Menurut pria pemilik 150 caps bersama skuad Der Panzer itu, Timnas Inggris bakal dalam masalah besar apabila membiarkan pertandingan nanti ditentukan lewat adu penalti.
“Kami selalu sangat baik dengan penalti – selalu ada sedikit lelucon antara Jerman dan Inggris," kata Lothar Matthaus dikutip dari The Guardian, Jumat (25/6/2021).
“Tapi saya pikir jika sampai adu penalti maka kami adalah favorit karena kemudian Anda mulai berpikir tentang apa yang telah terjadi dalam 30 atau 40 tahun terakhir."
Duel Timnas Inggris vs Jerman memang lekat dengan ingatan tentang adu penalti. Mundur 31 tahun ke belakang, tepatnya di semifinal Piala Dunia 1990, Der Panzer mengalahkan Inggris lewat adu penalti di mana Matthaus menjadi salah satu eksekutornya.
Hal serupa juga terjadi enam tahun kemudian. Jerman lagi-lagi sukses mengalahkan Inggris lewat adu penalti, kali ini di semifinal Euro 1996.
"Ketika kami bermain pada tahun 1990 dan 1996 … ada banyak tekanan bagi para pemain Inggris karena mereka membaca setiap hari di surat kabar semua cerita tentang penalti," kenang Matthaus.
"Jadi Inggris berpeluang memenangkan pertandingan dalam waktu 90 menit atau 120 menit. Tetapi jika sampai adu penalti maka Jerman adalah favorit," tambahnya.
Duel Timnas Inggris vs Jerman di babak 16 besar Euro 2020 akan berlangsung di Stadion Wembley, London, pada 29 Juni mendatang.
Baca Juga: Donyell Malen atau Wout Weghorst, Dilema Pelatih Belanda Jelang Babak 16 Besar Euro 2020
Tag
Berita Terkait
-
Jarang Main di Inggris, Matthaus Minta Jerman Beri Jadon Sancho Paspor
-
Lewis Hamilton Tak Setuju F1 GP Inggris Berlangsung dengan Penonton
-
Timnas Republik Ceko Latihan Menembak Jelang Laga 16 Besar Euro 2020
-
Polandia Tersingkir dari Euro 2020, Lewandowski Sulit Terima Kenyataan
-
Wijnaldum Desak UEFA Lebih Tegas Terhadap Rasialisme
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Raudi Akmal: Pengadilan Sudah Nyatakan Saya Tak Terlibat