SuaraJogja.id - Komika Mongol kembali bercerita mengenai kisah kelam masa lalunya yang sempat masuk ke dalam sekte penyembah setan. Lewat channel YouTube Deddy Corbuzier, pria bernama Rony Imannuel itu pun memberikan tipsnya agar terhindar dari pengaruh sekte sesat.
Di hadapan Deddy Corbuzier, Mongol mengungkapkan mulai mengenal sekte penyembah setan sejak usia belia. Ia mengaku bersinggungan dengan para penganut sekte tersebut pada usia 14 tahun.
Ia bercerita bahwa perjalanan spiritualnya yang kemudian berlabuh di dalam sekte penyembah setan tak lepas dari "warisan" ibunya yang dahulu sempat bergabung dalam sebuah sekte Children of God di Manado.
"Mama dulu ikut COG atau Children of God yakni organisasi satanic sewaktu muda, statusnya dia sebagai elders Sulawesi Utara waktu hamil besar saya. Nah mungkin dari situ, saya juga diperjumpakan dengan sekte serupa di kemudian hari. Saya kenalan dengan sekte penyembah setan itu di usia 14 tahun," ungkapnya.
Namun, petualangan spiritualnya bersama Sekte penyembah setan itu berakhir pada 1997. Mongol mengaku ada salah satu momen yang kemudian membuatnya memutuskan keluar dan bertaubat kembali ke jalan Kristen.
"Ada satu momen yang membuat saya tergerak untuk keluar dari sekte itu, dan ya akhirnya saya keluar. Saya satu-satunya dari tujuh general utama penyesatan satanic di Asia yang waktu itu memilih keluar," ungkapnya.
Mongol pun kemudian memberikan tips agar terhindar dari pengaruh sekte sesat. Salah satu yang bisa dilakukan terutama bagi umat Islam yakni rutinkan tadarus.
""biar ga terpapar aliran sesat, solusinya rajin tadarusan," ucapnya.
Deddy Corbuzier pun sempat terkejut mendengar pernyataan Mongol tersebut lantaran memahami mengenai tadarus di dalam agama Islam.
Baca Juga: Sebut Orang Gila Bebas Covid-19 Lalu Disomasi, Deddy Corbuzier: Maafkan Kebodohan Saya
"Lu kok ngerti tadarusansi? Lu tau, kan lu bukan muslim?" tanya Deddy.
Tanpa penjelasan, Mongol hanya menyebut bahwa ia mempelajari hampir semua agama dan kepercayan, termasuk kebaikan dalam merutinkan membaca Al Quran, termasuk tadarus.
"Karena gw tahu tadarus itu kan baca Al Quran dengan sendirian. Saya bukan muslim tapi saya belajar banyak," katanya.
Lebih jauh, Mongol mengungkapkan saat bergabung bersama sekte penyembah setan terdapat sejumlah ritual yang tak biasa.
"Ada small ritual. Lalu ada pula ritual umum seminggu 3 kali yakni lakukan penghujatan dan pembacaan satanic bible. Lalu ada juga ritual santap kasih bersama, ini merupakan ritual terakhir selama 3 kali pertemuan itu dalam sepekan. Ini ritual seks. Kami sebagai leader disuruh milih cari cowo atau cewe. ritual seksnya dilakukan dengan sesama anggota," tukasnya.
Berita Terkait
-
Terkait Konten 'Orang Gila', Deddy Corbuzier dan Komika Mongol Disomasi
-
Komika Mongol Mengaku Pernah Menyembah Setan, Sebelum Memeluk Agama Kristen
-
Tinggalkan Kristen, Komika Mongol Stres Jadi Penyembah Setan Bersama Children of God
-
11 Potret Mongol Stres, Komika yang Pernah Jadi Narapidana Gegara Dijebak
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Sidang Hibah Pariwisata: Peran Harda Kiswaya saat Menjabat Sekda Jadi Sorotan
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai