SuaraJogja.id - Percakapan kocak terjadi saat petugas Satpol PP melakukan razia penegakan aturan PPKM darurat pada tukang tambal ban.
Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang kini viral. Di video itu, seorang petugas berbicara pada pria yang diduga tukang tambal ban.
Petugas tersebut tampaknya berbicara pada tukang tambal ban dan memberi tahu aturan PPKM darurat.
Ia mengatakan, tak boleh ada layanan yang dilakukan secara langsung hingga tanggal 20, sesuai aturan PPKM darurat, yang diterapkan selama 3-20 Juli 2021.
Menurut ucapannya pada pria di balik kamera, segala layanan hanya diizinkan untuk diberikan secara online.
"Mulai hari ini sampai tanggal 20, tidak ada melayani kecuali online," katanya.
Sontak, pria yang merekam, diduga si tukang tambal ban, bingung hingga melontarkan celetukan yang menghadirkan gelak tawa warganet.
"Tambal ban online, Pak?" sahutnya.
Video berdurasi tujuh detik itu berakhir dengan tingkah kebingungan pula dari petugas. Ia hanya menengok ke samping saat mendengar celetukan si tukang tambal ban.
Baca Juga: Kemenkeu Tak Ingin PPKM Darurat Bisa Menyebar Keluar Pulau Jawa dan Bali
Video itu diunggah ke Twitter oleh akun @jowoshitpost pada Jumat (9/7/2021) hingga kemudian viral.
"Tambal ban online, gae [pakai] zoom pak?" kicaunya.
Hingga Jumat sore, video itu telah di-retweet dan disukai ribuan pengguna Twitter.
Barisan komentar yang diberikan untuk video tersebut pun tak kalah kocak dengan celetukan si tukang tambal ban.
"Pelatihan tambal ban melalui zoom meet bersama pak seto setiyawan S.T., M.Tb. tukang tambal ban profesional lulusan UNT (Universitas Nasional Tambal ban) gang buntu," tulis @Lzr***.
"Bocore yo onlen pak," tambah @sil***.
Berita Terkait
-
Kemenkeu Tak Ingin PPKM Darurat Bisa Menyebar Keluar Pulau Jawa dan Bali
-
Petugas Dishub yang Nongkrong di Warkop Saat PPKM Darurat Dipecat
-
TKA Masuk Indonesia Saat PPKM Darurat, Jokowi Didesak Sanksi Menteri Terkait
-
Terapkan Latihan Mandiri Selama PPKM Darurat, Riko Puji Persija
-
Kasus Harian COVID-19 DKI Hampir 13 ribu, 476 Balita Terpapar Dalam Sehari
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara