SuaraJogja.id - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali yang diterapkan sejak 3 Juli 2021 lalu akhirnya membawa dampak pada keberlangsungan Pedagang Kaki Lima (PKL) di DIY. Pembatasan mobilitas masyarakat dan jam operasional membuat 50 persen atau sekitar 10 ribu dari total 20 ribuan PKL di DIY terpaksa tutup dan tidak berjualan.
"PKL terpaksa tidak jualan karena kehabisan modal, mereka tidak tahu kapan bisa buka lagi, semuanya terpukul di masa ppkm [darurat] ini," ujar Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) DIY Mukhlas Madani dalam wawacara daring, Jumat (09/07/2021).
Sedangkan PKL yang masih bertahan, menurut Mukhlas, kehilangan penghasilkan hingga 70 persen lebih. Sepinya pembeli sejak seminggu terakhir membuat dagangan mereka tak laku terjual.
Apalagi sejak PPKM, sektor wisata dan pendidikan belum juga dibuka. Padahal keduanya menjadi konsumen utama PKL di DIY.
Kondisi yang memprihatinkan juga terjada pada nasib PKL di Malioboro. Kebijakan Pemkot untuk melarang PKL jualan membuat mereka semakin tidak memiliki penghasilan.
"Tidak semua PKL bisa berjualan secara online atau takeaway seperti angkringan dan penjual pinggir jalan," ujarnya.
Mukhlas menambahkan, hingga saat ini PKL belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah daerah. Hanya belas kasihan dari pihak swasta yang sedikit membantu mereka.
Karenanya diharapkan Pemda baik di propinsi maupun kabupaten/kota memperhatikan nasib PKL. Stimulan ataun bantuan dalam bentuk lain sangat dibutuhkan saat ini.
"Kalau pun tidak, bantuan untuk hidup sembako dan sebagainya. Sampai saat ini belum ada bantuan[dari pemda]. Kami menggandeng mitra untuk membantu mereka. Kalau dari pemerintah belum ada," tandasnya.
Baca Juga: Pecat 8 Oknum Dishub Pelanggar PPKM Darurat, Anies: Ini Pelajaran Bagi Semuanya
Sebelumnya Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengungkapkan Dinsos DIY juga melakukan refocusing anggaran di tingkat daerah. Penyisiran anggaran dilakukan untuk mencari pos angggaran yang bisa disalurkan kepada warga yang terdampak PPKM Darurat.
"Kita kan sudah jalan program blt, sembako sama kegiatan. Kita sisir anggaran juga, refocusing mana yang bisa digunakan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Pecat 8 Oknum Dishub Pelanggar PPKM Darurat, Anies: Ini Pelajaran Bagi Semuanya
-
Viral Oknum Petugas di Bandung Tarik Pungli di Pos Penyekatan, Begini Nasibnya Sekarang
-
Pecat Delapan Petugas Dishub, Anies: Mereka Berseragam Tapi Melanggar
-
33 Pelanggar PPKM Darurat di Tangerang Disidang Tipiring, Didenda hingga Rp 150 Ribu
-
PPKM Darurat Bikin Popularitas Empon-empon Meroket
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Film Operasi Pesta Copet Soroti Kemiskinan Struktural di Balik Fenomena Kriminal
-
Garebeg Maulud 2026 Digelar Tertutup, Tradisi Rebutan Gunungan untuk Warga Dihapus
-
Kekhawatiran Kondisi 1998 Kembali Terjadi, Aktivis 98 Edy Khemod Sudah Tahu Ini Akan Terjadi
-
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
-
Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat