Scroll untuk membaca artikel
Erick Tanjung
Rabu, 28 Juli 2021 | 22:09 WIB
Ilustrasi--Pemakaman pasien Covid-19 di tempat pemakaman umum (Antara)

"Kalau isoman siapa yang menjamin orang itu tidak keluyuran. Pak RT tidak mungkin juga memantau 24 jam. Apalagi kalau ada yang positif masih buka warung, positif masih ke pasar. Ini problem," katanya.

Untuk menekan kasus kematian pasien Covid-19 saat isolasi mandiri di rumah, BPBD DIY tengah meningkatkan kemampuan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat desa hingga RT/RW melalui pendampingan.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan BPBD DIY Danang Samsurizal, program pendampingan melibatkan BPBD kabupaten/kota.

"Harapannya kita mampu mempercepat penanganan di hulu, jangan sampai kami menangani pasien yang sudah dalam kondisi memburuk saat hendak dirujuk ke rumah sakit," kata Danang.

Baca Juga: Tinjau Posko Isoman di Jagakarsa, Anies: Perlu Ditopang Kebutuhan Pokok dan Obat

Menurut dia, melalui penguatan itu, diharapkan personel satgas di tingkat desa hingga RT/RW mampu melakukan penanganan serta pendataan secara dini warga yang terkonfirmasi positif, termasuk mendorong mereka melakukan isolasi secara terpusat di selter yang telah disediakan pemerintah daerah.

"Bagitu ada yang positif harus dibangun kesadaran untuk isolasi di selter," ujar Danang. (Antara)

Load More