SuaraJogja.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY mencatat ratusan anak di wilayahnya kehilangan orangtua yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Data tersebut masih dimungkinkan akan bertambah lagi karena pendataan belum selesai dilakukan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Erlina Hidayati Sumardi mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan proses pendataan secara menyeluruh. Pasalnya terdapat sejumlah sumber data yang masih harus digabungkan.
"Sementara ada 110 (anak) tetapi ini temen-temen masih mengerjakan karena temen-temen ada data yang dari Satgas. Jadi memang mungkin sekitar 150 (anak) ada, yang sudah ada by name by address-nya," kata Erlina saat dihubungi awak media, Rabu (4/8/2021).
Erlina menyebut bahwa jumlah tersebut merupakan anak-anak yang orang tuanya terpapar Covid-19 dan meninggal dunia. Dari jumlah sementara itu ada yang kehilangan dua orangtuanya sekaligus atau hanya salah satu.
"Ada yang yatim piatu artinya sekaligus dua-duanya orang tuanya meninggal, ada yang salah satu," ucapnya.
Disampaikan Erlina, kelengkapan data itu memang dibutuhkan agar upaya tindak lanjut dari DP3AP2 DIY bisa dimaksimalkan. Baik berupa pendampingan terhadap anak, dukungan psikologis, pemenuhan kebutuhan kesehatan, hingga akses untuk melanjutkan pendidikan dan masih banyak lagi.
"Semoga minggu ini dapat fix gitu (datanya). Karena kami kan juga harus mendata kaitanya nanti dengan apa yang harus kami bantukan kepada anak-anak tersebut," tuturnya.
Erlina tidak menutup kemungkinan jumlah keseluruhan kasus itu masih akan bertambah. Selain pendataan yang belum tuntas tapi juga pandemi Covid-19 masih terus berlangsung.
Saat ini pihaknya terus melakukan kroscek data dari berbagai sumber. Baik dari jajaran pemerintahan di kabupaten/kota serta lembaga lain seperti Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA); Muhammadiyah; dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Baca Juga: BNNP DIY Butuh Waktu 2 Bulan untuk Tangkap Sopir Truk yang Edarkan Sabu Seberat 49,56 gram
"Pada prinsipnya kami sudah dalam proses untuk mendata fix-nya ya. Artinya kami punya banyak masukan-masukan data, tapi kan harus kami kroscek macam-macamnya karena masukannya itu dari berbagai pihak. Perlu untuk saling silang agar tidak ada yang kedobel dan sebagainya," terangnya.
Berdasarkan data yang didapat sementara ini, kata Erlina, Kabupaten Sleman dan Bantul masih paling banyak dalam jumlah anak yang kehilangan orangtua akibat Covid-19.
Dalam kesempatan ini, DP3AP2 DIY selalu memastikan bantuan serta segala bentuk dukungan yang diberikan kepada anak-anak yang terdampak bisa berjalan dengan baik. Hal itu demi menyelamatkan masa depan anak-anak tersebut di kemudian hari.
"Anak-anak yang kehilangan orang tua apalagi yang dua-duanya gitu kemudian kalaupun kehilangan satu orang tua tapi orangtuanya pencari nafkah utama kan harus kita perhatikan sangat pemenuhan hak-hak anaknya sama keterlindungan si anak," jelasnya.
Pihaknya tidak ingin nantinya anak-anak yang ditinggal oleh orangtuanya tersebut malah terjerumus dalam kondisi atau lingkungan yang tidak baik. Maka dari itu pendataan yang baik perlu untuk segera dilakukan.
"Jangan sampai nanti anak sudah jadi korban Covid-19 sekaligus kehilangan orang tua sekaligus menjadi korban lainnya misalnya perdagangan anak atau tidak diasuh dengan baik dan sebagainya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM