SuaraJogja.id - Sebanyak 10 orang pemuda usia belasan tahun diciduk aparat Kepolisian Sektor Gamping lewat operasi gabungan bersama Polda DIY dan sejumlah relawan, Rabu (19/8/2021) malam.
Tiga dari 10 pemuda tersebut harus menjalani proses hukum lebih lanjut karena aparat mendapati adanya kepemilikan senjata tajam dari ketiga orang tersebut. Mereka yakni BM (16), warga Minggir Sleman; DA (15), warga Sedayu, Bantul; dan D (15), warga Sentolo, Kulon Progo. Dari ketiganya, petugas kepolisian mengamankan senjata tajam berupa gir, celurit dan golok modifikasi gergaji.
Seorang pemuda yang diamankan, G (17), mengatakan bahwa ditangkapnya ia bersama empat temannya itu bermula saat mereka sedang nongkrong bareng di sebuah warung burjo depan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Malam itu, sekitar pukul 22.00 WIB, G bersama rekannya tiba-tiba dilempar batu oleh gerombolan orang yang tidak mereka kenal. Sejauh ingatan G, ada sekitar 10 orang yang menggerombol melempari batu sambil mengacungkan senjata tajam.
"Kayak nantang-nantang. Emosi, lalu aku sama BM pulang ambil senjata," kata dia, di Mapolsek Gamping, Kamis (19/8/2021).
Mereka kemudian berusaha mengejar rombongan yang melempari batu tadi. Sempat berhasil menemukan rombongan tadi tak jauh dari UMY, mereka nyaris 'gembyeng' atau tawuran.
"Belum cekcok sudah ketangkep [polisi]. Enggak tahu rombongan yang tadi itu ke mana, tapi hafal orang-orangnya," kata G, yang mengaku tidak sedang dalam kondisi menenggak minuman keras saat kejadian.
Sementara itu, BM turut angkat bicara, kala ditanyai alasan ia dan kelima rekannya berkumpul di burjo malam hari. BM menyebut mereka ingin reuni dan sekadar berkumpul mengobati rindu.
"Reuni rapeti kekancan (reuni mempererat pertemanan). Awal berangkat ya enggak bawa apa-apa [sajam]," terangnya.
Baca Juga: Jadi Sasaran saat Lerai Tawuran, Tukang Ojek di Johar Baru Tewas Dibacok
Namun demikian, mereka memilih pulang ke rumah BM dan mengambil sajam berupa clurit, karena sudah naik pitam. Tidak terima dilempari batu dan seolah ditantang berkelahi.
"Saya fighter, dia [menunjuk G] joki," ucap BM.
BM membantah mereka berasal dari satu kelompok yang sama dengan lima pemuda lain yang diamankan petugas. Ia dan empat rekannya yang lain hanya teman berasal dari sekolah yang berbeda-beda, walau berasal dari SMP yang sama dengan sejumlah di antaranya.
Demikian juga ia membantah berasal dari kelompok gank tertentu. Tindakan mereka Rabu malam itu murni karena kepepet dan khilaf.
"Kalau bukan kita yang dibacok, ya kita yang membacok," ungkapnya.
Saat diminta keterangan apakah nongkrong bareng itu untuk melepas rindu begitu lama sekolah daring, BM lagi-lagi menggelengkan kepala. Pun demikian saat ditanya apakah ia dan teman-temannya sedang bingung mencari aktivitas.
Berita Terkait
-
Jadi Sasaran saat Lerai Tawuran, Tukang Ojek di Johar Baru Tewas Dibacok
-
Berawal Saling Ejek, Motif Tawuran Geng Motor di Daan Mogot Mau Tenar di Medsos
-
Polisi Ringkus 4 Pelaku Tawuran Geng Motor di Daan Mogot, Dua Masih Anak-anak
-
Tawuran di Johar Baru, Satu Orang Tewas
-
Selidiki Temuan Potongan Tangan di Cimone Tangerang, Polisi Periksa Enam Saksi
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
Terkini
-
Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21
-
Proyek PSEL DIY Dikebut Akhir Tahun, Tapi Izin Belum Diajukan
-
Stem Cell Jadi Ladang Bisnis Kecantikan, Dokter Ingatkan Produk Ilegal dan Klaim Berlebihan
-
BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026
-
Papermoon Gelar Pesta Boneka #10 di Jogja, Hadirkan 193 Seniman dari 24 Negara