"Selama PPKM penjualan menurun drastis soalnya kan yang pengunjung ke pasar juga sedikit tidak banyak. Sekarang jam 11-12 pengunjung udah tidak ada yang ke pasar lagi selama PPKM ini. Jadi ya penghasilan harian berkurangnya banyak banget," ungkapnya.
Arian yang berjualan sandal dan sepatu secara turun-temurun itu menyebut jika sebelumnya dalam kondisi normal bisa mendapat penghasilan Rp. 500 ribu dalam sehari. Saat ini, mendapatkan Rp. 100 ribu pun merupakan hal yang susah.
"Sebelum pandemi perhari normal bisa Rp. 500an ribu, sekarang sehari Rp.100 ribu saja sudah Alhamdulillah banget. Ini juga sepi karena tidak ada anak-anak yang masuk sekolah. Biasanya tahun ajaran baru itu ramai yang beli," terangnya.
Ia hanya bisa berharap pandemi segera usai dan PPKM juga tidak lagi diperpanjang. Sehingga penghasilnya bisa kembali normal lagi.
"Semoga setelah pandemi atau PPKM, pasar bisa kembali ramai lagi. Jadi tidak ada yang takut ke pasar lagi kalau mau belanja," tandasnya.
Berita Terkait
-
Pengamat Minta Pemda Kepri Berdayakan Warga Pesisir Produksi Alat Medis Sendiri
-
Cara Desa Sumerta Kelod Denpasar Bali Rayakan HUT RI ke-76: Motor Semprotkan Disinfektan
-
Vaksinasi Kedua di Padang Pariaman, BIN Sumbar Sasar Pelajar
-
Momen Gibran dan Ajudan Saling Semprot Disinfektan Bikin Salut
-
So Sweet! Momen Gibran dan Ajudan Saling Semprot Disinfektan Bikin Warganet Haru
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang DIY: 40 Warga Dirawat Medis, Kerusakan Terkonsentrasi di Bantul