SuaraJogja.id - Polresta Yogyakarta menerjunkan sebanyak 1.199 personel untuk pengamanan rangkaian ibadah Paskah 2025. Ribuan personel itu disebar setidaknya ke 59 tempat ibadah di wilayah kota gudeg.
Hal ini disampaikan oleh Kasihumas Polresta Yogyakarta AKP Sujarwo. Dia menerangkan bahwa pengamanan untuk rangkaian ibadah natal sudah dilakukan mulai Kamis Putih (17/4/2025) kemarin.
Rencananya pengamanan ketat itu akan dilakukan hingga Minggu Paskah (20/4/2025) esok. Seluruh personel yang bertugas itu akan ditempatkan di sejumlah titik vital dan gereja.
"Kami telah menyiapkan 1.199 personel untuk membantu pengamanan perayaan Paskah. Total ada 59 tempat ibadah yang kami amankan, termasuk beberapa gereja besar yang memiliki jumlah jemaat cukup banyak," kata Sujarwo, Sabtu (19/4/2025).
Disampaikan Sujarwo, pihaknya tidak hanya akan mengerahkan personel saja. Melainkan ada sejumlah langkah-langkah pengamanan tambahan nantinya yang diterapkan.
Termasuk dengan telah melakukan sterilisasi lokasi ibadah dalam hal ini beberapa gereja besar dengan jumlah ibadah yang cukup banyak.
"Kami akan melaksanakan screening, sterilisasi, serta patroli ke tempat-tempat ibadah. Selain itu, kami juga membentuk dan menempatkan tim unit kecil lengkap (UKL) di lokasi strategis," tururnya.
Sujarwo menuturkan bahwa penjagaan terhadap puluhan tempat ibadah umat Kristiani itu dilakukan secara berkelanjutan yakni 24 jam penuh selama masa perayaan. Hal ini mengantisipasi potensi kejadian yang tidak diinginkan.
Selain itu, Sujarwo memastikan pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas terukur kepada pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketertiban atau keamanan selama ibadah berlangsung.
Baca Juga: Jogja Siaga, Takbir Keliling dari Luar Kota Bakal Diputar Balik
Dia berharap perayaan Paskah tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh kedamaian.
"Polri sebagai representasi negara akan hadir untuk melaksanakan pengamanan kegiatan secara optimal bersama unsur TNI dan Pemerintah Kota," tandasnya.
Sterilisasi Gereja
Sebelumnya diberitakan, tim Gegana Polda DIY melakukan sterilisasi pada sejumlah gereja di Bantul. Sterilisasi dilakukan di Gereja Yakobus Klodran dan Gereja Santo Paulus Pringgolayan.
Di Kota, sterilisasi dilakukan di Gereja Santo Antonius Kotabaru, Gereja Katolik Kristus Raja Baciro, Gereja Katolik Santo Albertus, Gereja Santo FX Kidul Loji, Gereja Santo Yusuf Bintaran dan Gereja HKTY Pugeran.
Pejabat Sementara (Ps) Kanit Gegana Polda DIY, Iptu Maryono menjelaskan, dalam sterilisasi kali ini tim Gegana membawa sejumlah alat seperti RIID Eye-X yang digunakan untuk mendeteksi potensi bahaya kimia, biologi dan radioaktif (KBR). Selain itu juga robot dan alat alat deteksi yang lain.
Berita Terkait
-
Ribuan Umat Padati Gereja, Gegana DIY Turun Tangan Amankan Paskah di Jogja
-
Arus Balik Melandai, Tol Tamanmartani Resmi Ditutup, Polda DIY Imbau Pemudik Lakukan Ini
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Diubah Jadi Searah untuk Arus Balik, Tol Jogja-Solo Prambanan-Tamanmartani Mulai Diserbu Pemudik
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan