SuaraJogja.id - Pemkab Sleman memberikan penghargaan kepada atlet, pelajar dan warga Sleman berprestasi di Gedung Setda, Senin (30/8/2021). Salah satu yang penerimanya adalah Wahyana.
Wahyana merupakan wasit bulu tangkis asal Sleman yang memimpin final Olimpiade Tokyo 2020. Prestasinya seolah menjadi 'pelipur lara' ketika atlet bulu tangkis putra Indonesia berguguran.
Penghargaan diberikan secara langsung oleh Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo. Dalam kesempatan tersebut Kustini menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya pada Wahyana yang telah mengharumkan nama Sleman di Internasional dan nasional.
"Kita patut berbangga atas prestasi yang telah diraih oleh para atlet, pelajar serta warga Sleman ini. Apalagi pak Wahyana yang beberapa waktu lalu sangat populer dan kebetulan beliau asli Sleman. Ini suatu kebanggaan bagi masyarakat Sleman," kata Kustini.
Meskipun Wahyana hanya menjadi wasit di partai final, bagi Kustini hal itu mencapai pencapaian yang luar biasa. Tidak semua wasit bisa mendapatkan kesempatan tersebut dan tentunya yang hanya mempunyai lisensi.
Selain itu, keberadaan warga yang berprestasi dalam bidang tertentu di masyarakat akan turut menunjang kemajuan bersama.
“Layaknya aset yang berharga, keberadaan warga yang unggul tersebut perlu diberikan perhatian dan penghargaan agar warga masyarakat lainnya akan terpacu dan termotivasi untuk mengikuti jejaknya.” terang Kustini.
Sementara, Wahyana mengaku bersyukur mendapatkan apresiasi dari Pemkab Sleman. Atas pencapainnya itu, Wahyana berharap ini bisa menjadi motivasi yang besar untuk regenerasi wasit selanjutnya.
Pasalnya minat menjadi wasit di dunia olahraga saat ini cukup minim. Apalagi untuk bisa go internasional, seorang wasit untuk saat ini dituntunt untuk mahir berbahasa inggris.
Baca Juga: Kabar Duka, Samirin Bupati Sleman Periode 1985-1990 Meninggal Dunia
"Ya tentunya butuh support yang lebih dari pemerintah kabupaten/kota. Agar minat dari anak-anak muda di Sleman dan kota lain bisa terfasilitasi," tambahnya.
Untuk diketahui, selain Wahyana, Pemkab Sleman juga memberikan penghargaan terhadap pelajar dan warga Sleman yang tergabung dalam Paskibraka 2021 sebanyak 9 orang dan atlet berprestasi di bidang Dansa dan Catur.
Total penghargaan yang diberikan yaitu berupa uang tunai dengan dengan total sebesar Rp 28.800.000,00.
Berita Terkait
-
Dakwaan Jaksa: Dana Hibah Pariwisata Sleman Diduga Jadi 'Bensin' Politik Dinasti Sri Purnomo
-
Jadi Tersangka Korupsi Hibah Pariwisata: Intip Kekayaan Eks Bupati Sleman Sri Purnomo, Tembus Rp12 M
-
5 Fakta Korupsi Eks Bupati Sleman Sri Purnomo, Pengadilan Ungkap Alasan Penahanan
-
Skandal Korupsi Hibah Pariwisata Sleman: Mantan Bupati 'Akali' Aturan Demi Rp10,9 Miliar?
-
Dari Sekda ke Bupati: Harda Kiswaya dan Visi Sleman yang Maju dan Berkeadaban
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Harga Pertamax Naik, Pekerja Bergaji UMR di Jogja Kian Terjepit
-
Hasil Audit Kasus Dugaan Malapraktik Balita, RSUD Prambanan Sebut Tak Ada Kelalaian Medis
-
BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi Makin Praktis
-
Rekonstruksi 23 Adegan Kasus Little Aresha, Ketua Yayasan Diduga Beri Instruksi ke Pengasuh
-
Polisi Rekonstruksi Kasus Little Aresha, Orang Tua Minta 13 Tersangka Dihukum Berat