SuaraJogja.id - Misteri penyebab penjaga penangkaran rusa ADS (35) nekat gantung diri akhirnya terkuak. Warga Padukuhan Gading V Kalurahan Gading Kapanewon Playen Gunungkidul itu mengakhiri hidupnya lantaran diduga karena terjerat pinjaman online atau pinjol.
Dugaan jeratan pinjaman online ini dibenarkan oleh Yusuf Gively Bayu Nurcahyo (30) tetangga sebelah rumah ADS. Hal tersebut ia ketahui hari Minggu (28/8/2021) kemarin ketika ada pesan singkat melalui aplikasi WA di nomer pribadinya.
"selamat siang, nomer anda di cantumkan sebagai kontak penjamin oleh ibu/bapak.......Dengan Nomor Telpon dan WA..... Dengan Nomor Telpon dan WA beliau ada tagihan dan sudah jatuh tempo di apliksi UANGKU dan tdk ada respon baik dari beliau, tolong sampaikan segera untuk melakukan pembyran HARI INI, sebelum data data dan foto foto beliau beralih kepada tim collector kmi, TERIMAKSIH,"demikian isi pesan tersebut.
Tak hanya dirinya, ternyata beberapa orang teman sepermainan ADS di tempat tinggalnya juga mendapat pesan serupa. Namun secara pasti dirinya tidak mengetahui siapa saja temannya yang juga mendapat pesan singkat melalui aplikasi WA tersebut.
Ia sendiri tidak mengetahui nomor ponselnya bisa diketahui oleh penyedia jasa pinjaman online tersebut. Ia justru kaget ketika ada pesan untuk menyampaikan perihal tagihan cicilan dari aplikasi pinjaman online tersebut.
"Saya tidak tahu kok nomer saya bisa masuk,"ujar Yusuf.
Sebenarnya, ADS adalah pribadi yang baik dan selalu ramah dengan orang lain. Selama ini ADS tidak pernah menunjukkan gelagat yang mencurigakan, bahkan sehari sebelum ditemukan tergantung di kandang rusa tempatnya bekerja.
Ia sangat menyesalkan terhadap perusahaan pinjaman online tersebut. Seharusnya perusahaan pinjaman online tersebut mendatangi nasabah yang bersangkutan, bukan menyebar pesan tagihan ke nomer teman-temannya yang lain.
"Itu sama saja membuat malu yang bersangkutan. Kasihan kalau sampai seperti ini," tambahnya.
Baca Juga: OJK Jember Bantu Polisi Telisik Kasus Bunuh Diri Diduga Depresi Pinjaman Online
Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Muhammad Wahyudi mengaku belum mengetahui pemicu anak buahnya bunuh diri. Karena menurutnya yang berhak menyimpulkan pemicu gantung diri yang dilakukan oleh ADS adalah polisi.
"Saya menunggu keterangan resmi dari polisi saja,"ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, ADS ditemukan meninggal dunia gantung diri di kandang rusa di tempat penangkaran rusa BKSDA di Padukuhan Gading IV Kalurahan Gading. ADS ditemukan gantung diri Senin (30/8/2021) sekitar pukul 00.44 WIB oleh dua rekannya.
Kontributor : Julianto
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi