SuaraJogja.id - Pemda DIY melarang bus pariwisata masuk ke berbagai obyek wisata. Kebijakan ini ditetapkan karena sektor pariwisata belum dibuka selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di DIY 31 Agustus hingga 6 September 2021. Aturan ini menyusul masuknya sejumlah bus pariwisata ke destinasi wisata DIY pada pekan lalu.
"Monggo para pelaku wisata di jogja, terutama di destinasi menuju kesana bisa kerjasama dengan satgas atau satpol pp misalnya. Kalau kita masih belum membolehkan [wisata dibuka] ya ditutup bener tidak boleh masuk aksesnya. Jangan TPR (Tempat Pemungutan Retribusi-red) ora ono sik nunggu (tidak ada yang menunggu-red) tapi wisatawan dibiarkan masuk," ungkap Sekda DIY, Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (01/09/2021).
Menurut Aji, Satgas COVID-19 akan memulangkan wisatawan yang nekat masuk ke obyek wisata di DIY. Sebab bila wisatawan dibiarkan masuk destinasi wisata, maka upaya Pemda DIY untuk menurunkan level PPKM akan sia-sia.
Padahal saat ini tren penularan COVID-19 di DIY sudah semakin turun setiap harinya. Bahkan positivity rate atau perbandingan antara jumlah kasus positif COVID-19 dengan jumlah tes yang dilakukan per 31 Agustus 2021 sudah turun di angka 10.46 persen.
"Ya harus tegas [wisatawan dilarang masuk], kalau kita tiba-tiba [kasus covid-19] naik gara-gara wisatawan, nanti ora sido meneh (tidak jadi lagi-red) ppkm turun. Ya aturan ppkm level 4 sekarang ya harus ditaati," ungkapnya.
Aji menambahkan, Pemda baru memperbolehkan mall dibuka alih-alih obyek wisata karena sejumlah alasan. Diantaranya capaian vaksinasi di DIY sudah mulai tinggi dan angka kasus baru COVID-19 yang semakin turun.
Apalagi dengan adanya kebijakan pedulilindungi.id di masa PPKM Level 4 ini, pengunjung yang masuk mall adalah warga lokal DIY. Hal ini berbeda dari destinasi wisata yang lebih banyak didatangi wisatawan luar kota.
"Kalau obyek wisata kan orang yang berbondong-bondong dari mana-mana kan kita belum tahu kondisi [kesehatan] mereka," ujarnya.
Selain melarang wisatawan masuk destinasi wisata, Aji meminta pengelola lahan-lahan parkir untuk tidak mengijinkan bus-bus pariwisata parkir. Bus wisata boleh parkir bila aturan PPKM di DIY sudah mulai dilonggarkan ke level lebih bawah.
Baca Juga: Habitat Ikan Kodok Maluku Tercemar Sampah, Daya Tarik Pariwisata Bisa Menurun
"Saya sempat cek di wisata bantul minggu lalu, banyak bus dan mobil wisata yang masuk. Di kawasan tugu sampai malioboro pun menyemut orang, banyak yang tidak pakai masker. Ini yang harus ditangani jangan sampai terjadi lagi," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya