SuaraJogja.id - Tidak terbanyangkan di benak Trianto akhirnya bisa mendapatkan jatah vaksinasi. Sebagai kaum disabilitas tunanetra, untuk bisa beraktivitas bukan hal yang mudah.
Apalagi untuk mengakses tempat-tempat vaksinasi yang disediakan banyak instansi demi percepatan program vaksinasi bagi kaum disabilitas di DIY. Karenanya laki-laki 46 tahun ini mencoba mencari tahu informasi program vaksinasi yang mudah dijangkaunya.
"Saya dapat informasi vaksinasi dari teman difabel yang sudah vaksin seminggu lalu. Dapat nomor telepon panitia vaksinasi lalu mendaftarkan melalui telepon yang dibantu keluarga," ungkap Trianto disela Vaksinasi Merah Putih bagi difabel di Taman Pintar, Kamis (09/09/2021).
Akhirnya dia memberanikan diri mendaftar ikut vaksin kali ini. Dia pun akhirnya dijemput panitia vaksin dari rumah sejak pagi agar mendapatkan nomor antrian awal.
Sempat khawatir disuntik, Trianto mengaku ternyata tak merasakan sakit. Bahkan dia juga tak mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Karenanya setelah setengah jam observasi dia kembali diantar pulang ke rumahnya.
"Kepada teman-teman [difabel] semua yang belum vaksin, suntiknya tidak membahayakan. Jadi jangan membayangkan kalau vaksin Covid-19 itu sakit. Seperti saya alami tetap nyaman dan aman tidak sakit," jelasnya bersemangat.
Sementara Puteri Raja Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengungkapkan, banyak kaum disabilitas di DIY yang kesulitan mengakses vaksinasi COVID-19. Karenanya kali ini Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia, Dinas Kesehatan DIY, dan Komunitas Peduli Bersama Natasha Skin Clinic menggelar percepatan vaksinasi bagi kaum disabilitas.
"Memang banyak kuota yang belum terpenuhi dari segi persentase masih kecil. "Kendala difabel ini dari akses dari rumah kesini karena difabel banyak macamnya situasi sangat unik bagi setiap orangnya," ujarnya.
Vaksinasi bagi kaum disabiltias sudah dua kali digelar di Taman Pintar. Dalam vaksinasi ini ditargetkan sebanyak 500 kaum disabilitas bisa mengikuti vaksinasi. Program ini mendukung kebijakan pemerintah yang rencananya melakukan vaksinasi di rumah bagi kaum disabilitas.
Baca Juga: Antisipasi Kebakaran, Kakanwil Kemenkumham DIY Cek Lapas Cebongan
"Taman pintar pun mengizinkan vaksin di dalam mobil tidak sampai turun ke dalam ruangan. Memang diperiksa di dalam mobil ada penjemputan difasilitasi," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat