Bagaimana tidak, dengan populasi 3.000 ekor ayam petelur yang ia milik, saban harinya ia membutuhkan kurang lebih 360 kilogram pakan. Sementara hasil yang ia dapatkan yakni telur 150 kilogram per hari. Jumlah ini tentu saja tidak cukup untuk menutup biaya produksinya. Alhasil, setiap harinya ia harus tombok.
Terpisah, Ketua Paguyuban Unggas Handayani, Subandi menyampaikan, hampir kurang lebih satu tahun ini para peternak terus dihantam dengan persoalan mahalnya harga pakan. Ia menyebutkan saat ini harga pakan mencapai Rp 6600/kg.
"Hampir satu tahun ini kita sedang prihatin, dengan harga jual telur Rp 16 ribu, kami harus menanggung kerugian sekitar Rp 6 ribu perkilogramnnya,"ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga pakan ini disebabkan mahalnya harga campuran pakan seperti jagung dan konsentrat. Normalnya harga jagung hanya berkisar Rp 3800 sampai Rp 4000, namun saat ini harga bahan pokok pakan mengalami kenaikan hingga Rp 20% sehingga kondisi ini semakin memberatkan peternak. Padahal, 50% komponen pakan menggunakan jagung.
Baca Juga: Bersama Istri, Oknum ASN di Gunungkidul Bawa Lari Mobil Rental yang Digadaikan
Ia menyebut jumlah peternak di Gunungkidul itu ada sekitar 300an yang tergabung di Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia Pinsar Petelur Nasional. Dari 300 peternak sudah ada beberapa yang berhenti produksi, kalau tidak ada perubahan atau bantuan dari pemerintah, kemungkinan dirinya juga akan
berhenti produksi.
Terpisah, Direktur Pembibitan, Ditjen PKH Kementerian Pertanian Sugiyono menyampaikan pihaknya akan segera menindaklanjuti terkait keluhan yang disampaikan oleh para peternak di Gunungkidul untuk mengupayakan adanya kestabilan harga telur dan jagung.
"Sebetulnya ini bukan tupoksi saya, tapi karena ada perintah langsung dari Presiden dan Kementan saya akan mengusahakan ini dan kita sudah bergerak,"ujarnya.
Pihaknya akan melakukan kerjasama-kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk menambah suplai jagung. Selain itu, sebagai langkah konkrit, Negara membuat keputusan dengan menambah stok jagung baik dengan cara impor ataupun menambah lahan pertanian jagung.
Kontributor : Julianto
Baca Juga: Buron Kasus Korupsi Rp5,2 Miliar, Lurah Serahkan Diri ke Mapolres Gunungkidul
Berita Terkait
-
Harga Emas Antam Anjlok Parah Hari Ini, Imbas Tarif Impor Trump?
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Tutup atau Buka Toilet Saat Menyiramnya? Tips Jitu Menjaga Kebersihan Kamar Mandi Bebas Virus
-
Rupiah Anjlok dan IHSG Rontok, Menko Airlangga: Fundamental Ekonomi Kuat, Nanti Rebound Lagi
-
Bukan Efek Trump, Pakar Ungkap IHSG Indonesia Anjlok karena Konsumsi Lesu
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil