SuaraJogja.id - Sebuah video yang memperlihatkan ratusan burung berjatuhan viral di media sosial.
Dikutip dari akun @undercover.id, terlihat ratusan burung berjatuhan di dekat sebuah pohon. Tampak burung-burung itu berjatuhan menggerombol di bawah batang pohon, sementara lainnya berserakan di sekitarnya.
Tampak sebagian burung mati, sementara lainnya masih terlihat hidup meski tak lagi mampu terbang.
"Mana masih hidup? iya masih idup," ujar seseorang di balik video tersebut yang memperlihatkan seseorang lainnya memungut dua ekor burung yang masih hidup.
Berdasar keterangan pada video yang diunggah peristiwa ratusan burung berjatuhan tersebut terjadi di kompleks Balai Kota Cirebon.
Video mengenai ratusan burung berjatuhan itupun menarik perhatian netizen. Tak sedikit diantaranya yang berspekulasi mengenai penyebab para burung itu berjatuhan.
"Itu karena kepak sayap yg tak lagi kokoh hingga akhirnya terjatuh dengan sendirinya," kata put*****
"Teori konspirasi jejak kimia adalah klaim yang salah bahwa jejak kondensasi yang bertahan lama, yang disebut chemtrail (Bahasa Inggris dari "jejak kimia"), ditinggalkan di langit oleh pesawat yang terbang tinggi ataupun rendah, terdiri dari agen kimia atau biologi yang sengaja disemprotkan untuk tujuan jahat yang tidak diungkapkan kepada masyarakat umum," tulis joz*****
"Hewan hewan diluar sdh terbiasa dengan perubahan cuaca.. Ga mungkin cuma gara gara hujan," tulis tif****
Baca Juga: Cirebon, Purwakarta dan Brebes Masih PPKM Level 4 Jawa-Bali
"jangan2 pohonnya ada aliran listriknya," kata aru*****
"Dari ciri fisik mati nya seperti kenak efek hujan asam," kata dod*****
"Setelah Bali sekarang Jawa..... And then," kata and*****
"Chemtrail? Secara ngeliat kayak ikan di laut, kalo mancing pake pukat langsung dapat banyak," tulis kang*****
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi