SuaraJogja.id - DIY terus melakukan percepatan program vaksinasi Covid-19 bagi seluruh warganya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, capaian vaksinasi masyarakat di DIY per 21 September 2021 sudah mencapai 2.175.466 orang atau 75,74 persen dari total target sekiar 2.870.000 warga DIY. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 1.390.706. orang.
Namun dari 75,74 persen tersebut, capaian vaksinasi perempuan masih cukup rendah. Tercatat baru sekitar 30 persen perempuan di DIY mengikuti vaksinasi COVID-19.
"Vaksinasi diy lebih dari 70 persen, tapi yang agak membuat sedih adalah perempuannya baru 30 persennya," ujar salah satu inisiator Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia, Kanjeng Gusti Bendoro Raden Ayu Adipati (KGBRAy) Paku Alam X, disela vaksinasi disabilitas dan umum di Taman Pintar, Kamis (23/09/2021).
Rendahnya keikutsertaan perempuan ini biasanya karena sebagian perempuan lebih banyak berada di rumah sebagai ibu rumah tangga. Sehingga mereka dianggap tidak mudah tertular COVID-19 karena tak banyak berinteraksi dengan lainnya.
Selain karena beberapa peremuan, terutama yang lansia memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Mereka memiliki kekhawatiran bila divaksin akan mempengaruhi penyakitnya.
Karenanya, perlu edukasi kepada para perempuan di DIY untuk mau divaksinasi. Sebab vaksinasi ini sangat penting untuk mencapai kekebalan komunal di DIY.
"Biasanya wanita itu mau vaksin kalau yang mengajak sesama perempuan, monggo sesama perempuan ikut berperan mengajak perempuan lain ikut vaksinasi agar jogja bisa segera masuk zona hijau [penularan covid-19," papar istri Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X tersebut.
Sementara Ketua Percepatan Vaksinasi COVID-19 DIY, Sumadi mengungkapkan Pemda DIY terus gencar melakukan percepatan vaksinasi untuk semua kalangan, termasuk perempuan. Hal ini dilakukan agar pada akhir September 2021 mendatang target vaksinasi di DIY bisa mencapai 80 persen.
Anggota keluarga seperti suami dan anak-anak pun diminta untuk proaktif mengajak para perempuan di rumahnya untuk ikut vaksinasi. Selain itu organisasi, asosiasi maupun lembaga perempuan lainnya pun diminta untuk mengkampanyekan vaksinasi bagi perempuan-perempuan di DIY.
Baca Juga: Eks Taman Ria Medan Dijadikan Lokasi Sentra Vaksinasi Covid-19
"Sehingga kegiatan pendidikan, ekonomi, dan lainnya bisa berjalan lagi," tandasnya.
Penggerak Peduli Anak Istimewa, Satya Bilal menjelaskan, vaksinasi di Taman Pintar kali ini diikuti sekitar 500 kaum disabilitas dan 1.000 masyarakat umum. Untuk kaum disabilitas, vaksinasi yang diberikan merupakan dosis kedua.
Sedangkan untuk 1.000 masyarakat umum, vaksinasi kali ini merupakan dosis pertama. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 atau 40 persen peserta merupakan penyintas COVID-19.
"Para penyintas itu kan belum pernah divaksin karena sempat terpapar covid-19. Mereka kesulitan untuk mengakses vaksinasi setelah sembuh. Karenanya kami memberikan kesempatan untuk mereka ikut vaksinasi kali ini," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Eks Taman Ria Medan Dijadikan Lokasi Sentra Vaksinasi Covid-19
-
Survei Buktikan Ada Masyarakat Umum Dapat Vaksin Booster Covid-19, Ini Datanya
-
Baru 25 Persen Lansia Divaksin Covid-19, Menkes Budi: Masih Banyak yang Khawatir
-
Sempat Takut, Puluhan PL Karaoke Ini Akhirnya Mau Disuntik Vaksin Covid-19
-
Vaksinasi Merdeka di UBB, Jokowi Ingatkan Elemen Kampus Berperan Percepat Vaksinasi
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
Data Tak Akurat Bisa Bikin Kebijakan Salah Arah, Warga DIY Diajak Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026
-
DPRD Kritik Kesiapan Liburan di Jogja, Wisatawan Terancam Kesulitan Akses ke Malioboro
-
Kolaborasi Positif Mandiri Jogja Marathon 2026: Dari Lintasan Lari untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
Dana Keistimewaan Disunat Rp200 Miliar, Proyek Alun-alun Pakualaman Jadi Korban