Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 05 Maret 2026 | 11:40 WIB
Ilustrasi pohon tumbang akibat hujan lebat. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Ditlantas Polda DIY memetakan titik rawan mudik akibat prediksi cuaca ekstrem hingga libur Lebaran.
  • Fokus pemetaan adalah potensi tanah longsor di Kulon Progo dan Gunungkidul, serta pohon tumbang di Bantul.
  • BMKG memprediksi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi masih melanda Jawa Tengah saat periode Idulfitri 2026.

SuaraJogja.id - Ditlantas Polda DIY telah memetakan sejumlah titik kerawanan jalur mudik di wilayahnya. Hal ini dilakukan seiring dengan kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda wilayah Yogyakarta dan sekitarnya hingga libur Lebaran nanti.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at menuturkan bahwa pemetaan fokus pada dua ancaman utama akibat cuaca, yakni tanah longsor dan pohon tumbang di jalur-jalur utama antarkota.

"Terkait kondisi cuaca ekstrem di DIY sudah ada pemetaan jalur-jalur mudik yang rawan longsor maupun pohon tumbang," kata Arie, dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Untuk kerawanan longsor, pihak kepolisian menaruh perhatian khusus pada wilayah Kulon Progo. Terutama di akses jalan menuju perbukitan Menoreh seperti jalan Dekso-Samigaluh, Wates-Kokap, Pengasih-Sermo dan Temon-Kokap.

Selain itu, ada wilayah Gunungkidul yang juga masuk dalam zona merah longsor di beberapa titik strategis. Di antaranya Jalan Wedi-Wonosari (Gedangsari), Semanu-Pracimantoro, serta Wonosari-Yogyakarta (Kepil, Putat).

Selain ancaman tanah longsor, kepolisian turut mewaspadai potensi pohon tumbang yang kerap terjadi saat angin kencang di wilayah Bantul. 

Jalur Ringroad Selatan dan Jalan Imogiri Barat menjadi fokus pengawasan. Pasalnya ruas itu memiliki intensitas lalu lintas yang cukup padat sekaligus vegetasi yang rimbun di sepanjang jalan.

Adapun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan periode Idulfitri tahun ini masih akan dilanda cuaca ekstrem.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memaparkan update kondisi cuaca dan iklim pada periode Hari Raya dan Libur Idulfitri, tepatnya bulan Februari hingga Maret 2026. 

Baca Juga: Puluhan Jemaah Umrah Bantul dan Solo Tertahan di Jeddah, Kemenhaj DIY Pastikan Situasi Aman

Pada Februari, curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga tinggi, dengan peluang sangat tinggi di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. 

Memasuki Maret, kondisinya umumnya masih berada pada kategori yang sama, dengan potensi curah hujan sangat tinggi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.

"Kami sampaikan bahwa nantinya di beberapa daerah pada saat memasuki Idulfitri, kita masih menghadapi cuaca ekstrem. Terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang merupakan rute dengan mobilitas pemudik paling banyak. Tapi di akhir periode Lebaran atau sepuluh hari terakhir di bulan Maret itu curah hujan sudah mulai melandai," papar Faisal.

Load More