- Belanja busana muslim di Pasar Beringharjo meningkat hingga 70% sejak libur sekolah dan Ramadan, didorong tradisi busana baru.
- Gamis unik bernama "Bini Orang" dan premium "Sultan" menjadi primadona; "Bini Orang" laku 50 potong sehari seharga Rp200 ribu.
- Toko juga menerima pesanan seragam kantor dan institusi lainnya dengan harga mulai Rp150 ribu per potong, minimal enam potong.
SuaraJogja.id - Meski Lebaran masih beberapa minggu kedepan, denyut belanja busana muslim di Pasar Beringharjo sudah terasa. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah model "gamis Bini Orang" dan "Sultan".
Dua model ini disebut-sebut menjadi primadona pembeli dalam beberapa pekan terakhir. Penjualannya pun laris manis bak kacang goreng tiap harinya.
Fitri, karyawan Toko Alam Jaya di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Rabu (4/3/2026) mengungkapkan peningkatan penjualan sudah mulai terasa sejak momentum libur sekolah. Kondisi ini bahkan terus merangkak naik selama Ramadan.
"Kalau ditanya meningkat berapa persen [dibandingkan hari biasa], kira-kira sampai 70 persen ada," ujarnya.
Menurut Fitri, lonjakan itu dipicu oleh tradisi masyarakat yang mulai berburu busana baru lebih awal, baik untuk dipakai saat Ramadan maupun disiapkan untuk Lebaran.
Di antara berbagai koleksi yang dipajang, model gamis “Bini Orang” diakui paling sering ditanyakan pembeli. Nama yang tak biasa itu rupanya menjadi strategi tersendiri untuk menarik rasa penasaran.
Fitri menyebut, nama gamis "Bini Orang" muncul pasca ramai kasus dugaan perselingkuhan salah satu artis Inara Rusli yang sering mengenakan gamis berenda dengan potongan anggun dan detail yang memberi kesan elegan, namun tetap nyaman dipakai harian maupun acara semi-formal.
"Sehari bisa 50 lebih gamis bini orang yang terjual, harganya sekitar Rp 200 ribu [per potong]," jelasnya.
Selain "Bini Orang", gamis premium "Sultan" juga jadi incaran pembeli. Bahannya lebih berat dan jatuhnya bagus, detailnya juga lebih eksklusif.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Kulon Progo, Satu Penumpang Moge Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Polisi
Gamis "Sultan" dilengkapi outer (lapisan luar-red) yang bisa dilepas-pasang. Sehingga memberikan variasi gaya dalam satu set busana. Untuk harga, Fitri menyebut model premium "Sultan" dibanderol dengan harga di atas Rp400 ribu per potong.
"Kalau Gamis Sultan ini memang mewah. Harganya juga sultan. Ada yang pakai outer, dan itu bisa lepas-pasang. Jadi bisa tampil beda," jelasnya.
Tak hanya gamis ritel, geliat Ramadan juga berdampak pada pesanan seragam. Sari, karyawan Toko Amanda Raisya, mengatakan pihaknya turut menerima pesanan seragam untuk berbagai kebutuhan.
"Kami juga menerima pesanan seragam, seperti untuk perkantoran. Biasanya dari kantor-kantor, lalu untuk wisma, seragam guru-guru, dan juga pesanan untuk acara Natal seperti itu, jelasnya.
Untuk harga, seragam dibanderol mulai Rp150 ribu per potong, dengan minimal pemesanan enam potong. Karena merupakan produksi sendiri, pelanggan bisa melakukan permintaan khusus.
"Biasanya minimal pembelian paling tidak enam potong. Bisa request model, bahan, motif, dan ukuran. Karena ini buatan sendiri," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais