SuaraJogja.id - Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul sejauh ini baru mencapai 66 persen. Untuk itu, kegiatan vaksinasi akan terus dikebut.
"Kapanewon Sewon harus digenjot karena daerah sub urban yang ciri-ciri mobilitas masyarakatnya tinggi," kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih kala meninjau vaksinasi di Pasar Seni Gabusan (PSG), Senin (4/10/2021).
Dikatakannya, meski capaian vaksinasi di Sewon lebih tinggi dibanding Dlingo tetapi risikonya lebih besar. Pasalnya, letak geografis, kepadatan penduduk, dan aspek sosial ekonomi mendorong masyarakatnya lebih tinggi mobilitasnya sehingga rentan tertular Covid-19.
"Karena itu, setiap dua puskesmas yang ada sudah bergerak ke dusun-dusun untuk melakukan vaksinasi. Tapi karena jumlah penduduknya besar maka sampai sekarang baru 66 persen," terangnya.
Panewu atau Camat Sewon Hartini menyampaikan, Senin ini pihaknya menyelenggarakan vaksinasi untuk 3.000 orang. Dengan demikian, cakupan vaksinasi bertambah tujuh persen.
"Dari 66 persen tambah 7 persen, jadi cakupannya naik 73 persen," paparnya.
Menurutnya, guna mengejar cakupan vaksinasi, akan dilakukan edukasi ke warga, yang masih enggan divaksin. Selain itu, ada juga penyintas, lanjut usia (lansia), dan difabel.
"Ini menjadi tugas kami, tentu dengan puskesmas, lurah, TNI, Polri akan melakukan percepatan. Kami sudah punya data dan akan diperbarui datanya karena ada yang belum lapor ke puskesmas," ujarnya.
Ketua RT nanti, lanjutnya, akan melaporkan secara berkala. Laporan akan dikirim setiap satu minggu sekali.
Baca Juga: Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Sorong, Jokowi: Segera Dihabiskan, Jangan Ada Stok Vaksin!
"Insya Allah dengan data yang valid itu akan kami sisir. Kemudian dari puskesmas yang akan turun ke dusun-dusun itu," kata Hartini.
Dalam sehari, katanya, Kapanewon Sewon mampu memvaksin sebanyak 850 orang. Rinciannya, Puskesmas Sewon I bisa memvaksin 500 orang.
"Untuk Puskesmas Sewon II mampu melakukan vaksinasi kepada 350 orang dalam sehari," ujarnya.
Ia menyebut, jumlah penduduk Sewon yang harus divaksin sekitar 56 ribu orang. Meskipun demikian, jumlah itu bisa bertambah atau berkurang.
"Data ini kan selalu berproses terus. Jadi tidak menutup kemungkinan ada perubahan data sasaran vaksinasi," tuturnya.
Berita Terkait
-
Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Sorong, Jokowi: Segera Dihabiskan, Jangan Ada Stok Vaksin!
-
Jadwal Vaksinasi COVID-19 Kota Bekasi 4 Oktober 2021 di 7 Lokasi
-
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi 4-9 Oktober 2021
-
Kabar Baik, Sudah 52,6 Juta Penduduk Indonesia yang Dapat Vaksin COVID-19 Lengkap
-
Studi: Perawatan Kanker Pengaruhi Efektivitas Vaksinasi Covid-19
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000