SuaraJogja.id - Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo telah menyentuh angka 77 persen. Namun dari jumlah itu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo mencatat masih ada sekitar 27 ribu lansia yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo Baning Rahayujati tidak memungkiri bahwa kondisi penambahan kasus positif Covid-19 di wilayahnya sudah turun secara signifikan, dengan tentunya dengan dibarengi oleh capaian vaksinasi yang baik juga.
"Puji Tuhan kondisi ini sudah semakin membaik dan memang penurunannya (kasus positif) signifikan. Kondisi ini juga seiring dengan capaian vaksinasi di Kulon Progo yang sudah mencapai 77,3 persen," kata Baning kepada awak media, Selasa (12/10/2021).
Dijelaskan Baning, secara keseluruhan total sasaran penerima vaksinasi Covid-19 di Kulon Progo sendiri mencapai 342.720 orang. Sedangkan saat ini sudah mencapai 264.775 orang atau 77,3 persen.
Namun yang menjadi perhatian, saat ini capaian vaksinasi bagi lansia masih belum maksimal. Dari target sasaran sebanyak 63.049 lansia sejauh ini tercatat baru 36.117 orang lansia atau 57,3 persen yang menerima vaksinasi.
"Dari 77,3 yang sudah divaksin tadi masih ada 27 ribu lansia yang belum mendapatkan vaksinasi," tuturnya.
Kondisi ini dinilai akibat dari keterbatasan lansia dalam mengakses vaksin Covid-19. Oleh karena itu, kata Baning, untuk tetap menjaga kondisi penurunan kasus Covid-19 di wilayahnya.
Masyarakat diharap tetap waspada salah satunya dengan mau untuk melakukan pemeriksaan swab baik PCR maupun antigen. Guna memastikan yang bersangkutan tetap sehat dan tidak membawa virus.
"Oleh karena itu masyarakat kami harapkan untuk tetap mau dilakukan pemeriksaan swab baik PCR atau antigen agar diketahui statusnya apakah membawa virus atau tidak," ujarnya.
Baca Juga: Kota Malang Catat 86 Persen Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama
Baning menuturkan dalam bulan Oktober ini terjadi penurunan kasus positif Covid-19 yang signifikan. Hingga Senin (12/10/2021) kemarin tercatat sudah ada 59 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Sebanyak 59 jumlah kasus positif Covid-19 di bulan Oktober itu berasal dari 2.874 sampel yang sudah diambil. Sehingga memang menjadikan positivity rate di Bumi Binangun turun menjadi hanya dua persen saja.
"Hal ini sudah dilakukan upaya semaksimal mungkin oleh puskesmas dan rumah sakit agar semua kontak dengan kasus positif ini mau diambil spesimennya. Namun saat ini sudah mulai masyarakat menolak untuk dilakukan pemeriksaan antigen atau PCR," ungkapnya.
Kondisi itu justru berbahaya bagi kelompok-kelompok rentan seperti lansia. Terlebih kelompok tersebut belum mendapatkan atau menerima vaksinasi Covid-19.
Sebab tidak menutup kemungkinan virus Covid-19 masih bisa menular dan mengakibatkan efek yang fatal pada kelompok rentan khususnya lansia. Baik kemudian terpapar lalu mendapat gejajala berat hingga meninggal dunia.
"Dengan tidak diketahui status ini maka kelompok-kelompok rentan seperti yang saya sampaikan tadi (lansia) akan beresiko menjadi sakit berat dan kemungkinan meninggal (jika terpapar Covid-19). Karena dari 59 kasus (di Oktober) tadi 4 di antaranya meninggal dan ini kelompok usia di atas 55 tahun," paparnya.
Berita Terkait
-
Kota Malang Catat 86 Persen Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama
-
Simak, Penjelasan WHO Soal Mengapa Penyintas Covid-19 Tetap Perlu Vaksinasi
-
Kabar Baik, Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Tembus 100 Juta Orang
-
BIN Vaksinasi Dosis Kedua untuk Warga dan Pelajar
-
Warga Protes, Sudah Daftar PeduliLindungi Vaksin Masih di Magelang Harus Antre
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh