Kendati begitu, tak perlu khawatir. Sebab walaupun orang tua tidak menyetujui atau tidak memberi izin anaknya untuk tatap muka. Sekolah memastikan akan tetap melayani dengan sistem daring.
Ia tidak memungkiri bahwa akan diperlukan adaptasi kepada anak-anak ketika memulai kembali ke sekolah setelah sekian lama di rumah. Ada kebiasaan dan perilaku yang secara tidak langsung dibentuk ketika PTM dilaksanakan.
Ketika melaksanakan PJJ, sebagian besar anak-anak seolah merasa lebih seenaknya. Mereka, kata Hewi, cenderung tidak memperhatikan diri mereka saat mengikuti pembelajaran sistem daring.
"Ketika anak-anak itu daring barang kali sebagian besar merasa 'sak-sak e', mungkin ketika terlambat bangun terus tidak mandi, dan lain-lain justru langsung ikut pembelajaran itu bisa jadi karena tidak kelihatan," tuturnya.
Tetapi akan berbeda jika para siswa harus datang ke sekolah. Dari segi kedisiplinan pasti akan lebih baik. Selain itu ada kemauan untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Dengan mandi dulu, sarapan dan sebagainya.
"Kemudian karakter sosial, saat menyapa bapak ibu guru ketika datang itu juga bisa kami amati dan mestinya masih banyak yang lain. Saya melihat kemarin satu kelas, itu anak-anak juga sudah mulai berani komunikasi. Jadi komunikatifnya itu timbul, lebih bebas ketika daripada di daring. Jadi membangkitkan kembali karakter-karakter yang selama ini mungkin belum berkembang dengan adanya PJJ," terangnya.
Ia tidak menampik bahwa adaptasi itu tidak akan bisa secepat dulu sebelum pandemi melanda. Namun PTM dianggap sebagai suatu momentum yang baik untuk menyentil anak-anak itu dari hibernasi mereka.
"Sudah sekian lama mereka hibernasi maka harus dibangunkan lagi. Mudah-mudahan semakin ke depan semakin baik, dan terpenting semua sehat, dan tentunya prokes," tegasnya.
Bergeser ke sekolah lain, tepatnya di SD Negeri Rejodani yang menjadi salah satu dari 85 sekolah dasar untuk menjalani uji coba PTM terbatas di Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Nekat Datang ke Solo, Ratusan Suporter PSS Sleman Diciduk Polisi, 150 Motor Dikandangkan
Kepala SD Negeri Rejodani Hatri Andari mengatakan bahwa pelaksanaan PTM juga dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dengan kerja sama antara Satgas Covid-19 sekolah yang terdiri dari guru-guru dan wali.
"Jadi masuk satu kelas itu jadi dua sif. Setiap sifnya itu satu ruangan. Sehari itu nanti kelas rendah dan kelas tinggi. Kelas rendah itu 1-3, dan kelas tinggi 4-6. Durasi setiap sif dua jam dan hanya satu guru," ujar Hatri.
Nantinya akan ada wali kelas yang mengarahkan anak-anak ketika datang ke sekolahan untuk masuk kelas. Tidak lupa mereka selalu diminta untuk cuci tangan, ukur suhu dengan alat yang sudah tersedia baru hingga nanti akan diarahkan ke ruangan.
Seusai pembelajaran pun sama seperti itu. Pihak sekolah memberi jeda waktu paling tidak 30 menit sebelum pergantian sif berlangsung. Hal itu guna mengantisipasi interaksi masing-masing sifnya.
"Jeda 30 menit tadi, misalnya pulang jam 9.30, Jadi 9.45 itu nanti yang pulang dulu. Sebelum itu enggak boleh masuk yang jam 10. Jadi ada 15 menit. Kami sudah komitmen dengan orang tua. Jadi kalau sebelum jam itu jangan diantar dulu," ucapnya.
Lalu saat pembelajaran pun tetap diterapkan prokes. Jadi anak-anak sudah membawa alat tulis bawa sendiri dengan duduknya yang sudah diberi jarak minimal 1,5 meter serta masker tetap dipakai.
Berita Terkait
-
Nekat Datang ke Solo, Ratusan Suporter PSS Sleman Diciduk Polisi, 150 Motor Dikandangkan
-
Pembelajaran Tatap Muka Sudah Dimulai, Orangtua Wajib Jaga Daya Tahan Tubuh Anak
-
900 Suporter PSS Sleman Diciduk, Kapolresta: Internal Selesaikan di Sleman Jangan di Solo!
-
Hendak Demo PSS Sleman, 900 Suporter Diciduk di Solo, Sempat Terjadi Perlawanan
-
Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang Belum Direkomendasikan, Ini Alasannya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Sempat Tak Pasti, PSEL Akhirnya Dibangun di Jogja, 1.000 Ton Sampah Disulap Jadi Listrik Tiap Hari
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026
-
Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga