"Saya belum berpikir sampai sejauh itu, sebenarnya kan saya hanya tukang parkir yang suka membuat miniatur saja. Tapi berusaha untuk bisa bertahan di tengah situasi saat ini," katanya.
Diakui Suwarno, saat kondisi Covid-19 sampai saat ini tidak banyak yang membeli miniatur miliknya. Orang yang melintas biasa bertanya saja dan belum begitu tertarik membeli.
Kendati begitu Suwarno tak ingin ambil pusing. Dirinya yang memang pernah bekerja di toko mebel juga biasa menerima pembuatan kursi kecil atau meja.
"Karena pernah bekerja di tempat mebel, sedikit ilmu yang saya dapat juga dimanfaatkan untuk membuat kursi atau meja. Tapi tidak sering, ya setidaknya bisa untuk makan sekeluarga. Selain itu dari hasil parkir juga cukup," kata dia.
Suwarno tak terlalu berambisi untuk bisa menjual barang buatannya. Namun bagi dirinya hobi itu harus disalurkan, sehingga ketika berhasil membuat karya, orang bisa merasa lebih puas.
"Kalau saya menganggap hobi ini juga penting untuk disalurkan. Jadi tidak hanya dipendam saja. Ya untung-untungnya bisa jadi penghasilan, itu kan jadi nilai lebihnya," ungkap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ratusan Driver Gojek Yogyakarta Turun ke Jalan, Loyalitas pada Sosok yang Dianggap Mengubah Nasib
-
Purna Tugas sebagai Rektor UII, Fathul Wahid Ditetapkan sebagai Rektor Rakyat
-
Lurah Aktif Condongcatur Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dugaan Korupsi Tanah Kas Desa
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi