Lapangan sepakbola di desa Tasikmalaya (Capture twitter @officialvpc)
Jenis rumput yang kedua ini merupakan jenis rumput yang paling standar pada lapangan sepak bola, rumput Cynodon dactylon biasa juga disebut sebagai rumput bermuda.
Rumput ini memiliki kualitas yang hampir sama dengan rumput ZM, namun bagian akar rumput ini bersifat lebih rapuh sehingga lebih mudah rusak.
3. Axonopus compressus (AC)
Jenis rumput yang terakhir ini memiliki bentuk yang lebih lebar dibandingkan dengan dua jenis rumput lainnya, umumnya rumput ini kita jumpai pada taman-taman kota. Karena memiliki bentuk yang lebih lebar membuat rumput ini lebih mudah rusak jika terkena pul sepatu, rumput ini juga disebut dengan rumput gajah.
Demikian adalah ulasan tentang ukuran lapangan sepak bola dan jenis rumput yang digunakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Dorong Sport Tourism ke Panggung Dunia
-
BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku