SuaraJogja.id - Sejumlah objek wisata (obwis) di Kabupaten Bantul sudah dibuka karena PPKM di DIY sudah level 2. Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mengizinkan obwis tersebut beroperasi jika sudah memiliki QR Code PeduliLindungi.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dispar Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, total ada 17 obwis yang sudah buka dan punya QR Code PeduliLindungi. Dari jumlah itu, belum seluruhnya mengantongi sertifikat kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE).
"Jadi walau sudah punya QR Code PeduliLindungi tapi belum tentu mereka mengantongi sertifikat CHSE," ujarnya kepada SuaraJogja.id, Sabtu (30/10/2021).
Terkait kapasitas pengunjung, katanya, masih dibatasi maksimal 25 persen.
"Karena masih PPKM level 2 aturannya obwis boleh buka dengan kapasitas 25 persen," terang markus.
Menurut Ipung, panggilan akrabnya, aturan ganjil genap juga diterapkan di sejumlah obwis yang sudah buka. Untuk di Pantai Parangtritis serta Hutan Pinus Sari Mangunan memberlakukan aturan itu sesuai kalender.
"Jadi kalau di Parangtritis dan Mangunan mengikuti kalender, kemarin Jumat (29/10/2021) kan ganjil sehingga ya bisa datang ke sana kendaraan berpelat nomor ganjil," paparnya.
Sebaliknya, untuk yang wisata pantai di wilayah barat memberlakukan pelat nomor genap. Alasan diberlakukan sesuai kalender untuk memberi solusi kepada wisatawan.
"Alasannya memberi solusi, misal kendaraannya berpelat ganjil padahal hari ini jatahnya genap. Wisatawan bisa berkunjung ke pantai wilayah barat," katanya.
Baca Juga: Mal di Palembang Layani Vaksinasi COVID-19
Adapun kendala saat memindai kode di PeduliLindugi adalah sinyal. Untuk obwis di Bumi Projotamansari yang letaknya berada di bukti masih menemui kendala itu.
"Seperti di Hutan Pinus Sari Mangunan dan Desa Wisata Wukirsari kendalanya begitu," katanya.
Namun, wisatawan tetap bisa masuk asal bisa menunjukkan bukti sudah divaksin Covid-19.
"Ada diskresi kalau menemui kendala sinyal. Syaratnya harus bisa menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19," imbuh Ipung.
Berikut daftar 17 obwis di Bantul yang sudah buka:
- Grand Puri Water Park, Sewon
- Desa Kaki Langit Mangunan, Dlingo
- Desa Wisata Karang Tengah, Imogiri
- Kids Fun, Banguntapan
- Desa Wisata Krebet, Pajangan
- Pantai Parangtritis - Depok
- Pinus Pengger, Dlingo
- Lintang Sewu
- Hutan Pinus Sari Mangunan
- Puncak Becici
- Desa Wisata Puton, Jetis
- Seribu Batu
- Setren Opak, Piyungan
- Desa Wisata Srikeminut, Imogiri
- Desa Wisata Tembi, Sewon
- Watu Goyang
- Desa Wisata Wukirsari, Imogiri
Berita Terkait
-
Mal di Palembang Layani Vaksinasi COVID-19
-
Turun PPKM Level 2, Wisatawan Bisa Foto Bareng Patung Singa di Titik Nol Jogja
-
Sempat Diserbu Warga, Alun-alun Kota Bandung Kini Diawasi Ketat
-
Pemkab Sleman Buka 14 Wisata Dengan QR Code, Warga Siap Dukung Transaksi Cashless
-
5 Kuliner Malam Jogja Legendaris, Cocok untuk Habiskan Waktu Sampai Dini Hari
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Motor Listrik Rakitan Siswa SMK Ini Tembus 132 Km/Jam, Suaranya Nyaris Tak Terdengar
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?