-
CtGA menekankan perlunya transformasi peran NGO agar kolaborasi dengan perusahaan lebih strategis dan berdampak jangka panjang.
-
Corporate fundraising harus disesuaikan dengan regulasi, budaya, dan dinamika sosial tiap negara, bukan sekadar mencari dukungan finansial.
-
Forum CtGA Alliance Meeting 2026 menjadi ruang refleksi NGO global untuk berbagi praktik baik dan memperkuat kemandirian organisasi masyarakat sipil.
SuaraJogja.id - Change the Game Academy (CtGA) menekankan pentingnya transformasi peran organisasi non-pemerintah (NGO) dalam menjalin hubungan yang lebih strategis dengan perusahaan.
Hal itu mengemuka dalam forum CtGA Alliance Meeting 2026 yang digelar di Hyatt Regency Yogyakarta, 9 hingga 13 Februari 2026, dan dihadiri delegasi dari 18 negara, termasuk Brazil, Tanzania, Nepal, Kamboja, hingga Zimbabwe.
Direktur Yayasan SATUNAMA Yogyakarta, I Gede Edy Purwaka, menilai hubungan NGO dan perusahaan selama ini masih sebatas administratif dan finansial.
“Padahal, NGO punya kapasitas menyerap kebutuhan riil masyarakat lalu menyampaikannya secara efektif kepada perusahaan,” ujarnya.
Dengan peran tersebut, program tanggung jawab sosial perusahaan bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, tanpa menciptakan ketergantungan baru.
Delegasi CtGA Indonesia, Ariwan Perdana, menambahkan bahwa praktik corporate fundraising tidak bisa diseragamkan di setiap negara karena dipengaruhi regulasi, budaya, dan dinamika sosial.
“Corporate fundraising bukan sekadar mencari dukungan finansial, tapi proses pembelajaran berkelanjutan yang harus selaras dengan nilai organisasi dan budaya korporasi,” jelasnya.
Forum ini juga menjadi ruang refleksi bagi NGO untuk membahas isu-isu baru, termasuk gender mainstreaming, sebagai upaya memperkuat peran organisasi masyarakat sipil.
CtGA sendiri merupakan inisiatif global yang sejak 2022 hadir di Indonesia bersama Yayasan SATUNAMA, dengan fokus membangun kemandirian NGO melalui penggalangan dana lokal dan mobilisasi dukungan publik.
Baca Juga: 7 Tahun Sukses, INNSiDE by Melia Yogyakarta Perkuat Jalinan dengan 50 Perusahaan
Dengan bergabung dalam aliansi internasional, CtGA mendorong perubahan paradigma pendanaan organisasi sosial, yakni dari ketergantungan pada donor asing menuju kemandirian berbasis dukungan lokal dan kemitraan strategis yang berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta
-
Anggaran MBG Dipangkas Rp94 Triliun, Bagaimana Nasib Ratusan SPPG di Jogja?
-
Promo Kredit Kendaraan Berbunga 1,80% Meriahkan BRI KKB Expo 2026 di 131 Lokasi
-
8.000 Orang Lepas Status WNI dalam Lima Tahun, Indonesia Terancam Kehilangan SDM Berkualitas
-
Akademisi: Publik Berhak Menagih Kinerja jika Gaji Kepala Daerah Naik