Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:20 WIB
Ilustrasi SPPG menyiapkan makanan untuk MBG. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • SPPG Margomulyo menyesuaikan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengikuti kebijakan BGN selama periode libur Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri.
  • Selama Ramadan, penerima manfaat akan mendapat Paket Makanan Kemasan Sehat yang dikemas aman; sementara saat Idul Fitri distribusi harian diganti paket *bundling*.
  • Dinas Pendidikan Sleman memastikan MBG bagi siswa SD tetap berjalan saat libur Ramadan dengan pola paket makanan kering diambil berkala.

SuaraJogja.id - Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, melakukan penyesuaian pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Ramadan 1447 Hijriah, Idul Fitri, serta libur Tahun Baru Imlek 2026.

Penyesuaian ini merujuk pada kebijakan resmi Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi terkait mekanisme distribusi MBG pada hari libur nasional dan bulan Ramadhan.

Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo, mengungkapkan bahwa pada saat 16-17 Februari 2026 kemarin yang bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek, tidak dilakukan pendistribusian MBG. 

Sementara pada awal Ramadhan, yakni 18-22 Februari 2026, distribusi juga ditiadakan. Distribusi MBG akan dimulai kembali secara serempak pada Senin, 23 Februari 2026.

"Penyesuaian ini bersifat sementara dan mengikuti ketentuan dari Badan Gizi Nasional. Setelah periode libur berakhir, pelayanan kembali normal sesuai petunjuk teknis," kata Joni, dikutip, Rabu (18/2/2026).

Disampaikan Joni, pelayanan bagi Kelompok 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6-59 bulan tetap berjalan setiap Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang telah disepakati.

Selama bulan Ramadhan, penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa akan menerima Paket Makanan Kemasan Sehat MBG. Paket tersebut diproduksi dan dikemas langsung di dapur SPPG dengan menerapkan standar keamanan pangan serta prinsip gizi seimbang. 

"Menu yang dipilih merupakan makanan siap konsumsi yang tidak mudah basi dan tidak berisiko terhadap keamanan pangan," ucapnya.

Adapun pada periode libur dan cuti bersama Idul Fitri 18-24 Maret 2026, distribusi harian tidak dilakukan. Sebagai gantinya, pada 17 Maret 2026, penerima manfaat akan mendapatkan satu paket makanan kemasan sehat ditambah tiga paket bundling untuk alokasi konsumsi beberapa hari berikutnya.

Baca Juga: Progres Paket 2.2B Tol Jogja-Solo di Sleman Sentuh 79,5 Persen, Proyek Jalur Gamping Segera Dimulai

Selain penyesuaian distribusi, SPPG Margomulyo tetap menjalankan aktivitas operasional selama masa jeda.

Dalam hal ini termasuk pembersihan dapur, pemeliharaan peralatan dan kendaraan distribusi, peningkatan kompetensi personel, serta edukasi gizi dan keamanan pangan kepada masyarakat.

Joni menegaskan bahwa seluruh relawan yang bertugas pada hari libur dan cuti bersama berhak memperoleh kompensasi lembur sesuai ketentuan yang berlaku.

"Komitmen kami adalah memastikan Program MBG tetap aman, tepat sasaran, dan akuntabel. Hak gizi anak Indonesia harus tetap terpenuhi, termasuk selama bulan suci Ramadhan," ucapnya.

MBG di Sleman Tetap Berjalan

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah dasar di wilayahnya akan terus berlanjut meskipun memasuki masa libur Ramadan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga konsistensi pemenuhan gizi siswa.

Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Sleman, Akhmad Ritaudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi teknis dan pemantauan lapangan untuk memastikan kelancaran program ini selama siswa belajar di rumah.

"MBG ketika libur tetap berjalan sesuai dengan libur semester kemarin. Nah, sistemnya kemarin sudah dirapatkan juga, kami punya PIC kemarin ada rapat di Sekda dan juga kami terjun ke lapangan untuk memastikan," kata Akhmad.

Dinas Pendidikan Sleman juga telah mengumpulkan data pendukung dari Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu dilakukan pula wawancara dengan pihak sekolah untuk memetakan pola distribusi yang paling efektif.

Disampaikan Akhmad, mekanisme penyaluran selama libur Ramadan akan menggunakan pola paket makanan kering yang dapat diambil oleh orang tua siswa secara berkala di sekolah.

"Libur kemarin dan untuk libur Ramadan ini polanya sama, itu akan diberikan MBG itu bentuknya kering dan nanti diambil setiap tiga hari sekali," paparnya.

Adapun paket makanan kering yang disediakan terdiri dari menu bergizi seperti telur asin dan susu UHT. 

Kendati demikian, Akhmad menekankan bahwa meskipun diberikan dalam bentuk kering, standar gizi harus tetap dikawal ketat oleh pengawas di setiap kapanewon.

"Jangan hanya langsung asal makan kering tetapi harus dikawal. Nah, kami juga berkolaborasi dengan pengawas untuk mengawal hal tersebut," tegasnya.

Load More