SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta meluncurkan Yogowes Monalisa. Itu adalah alternatif wisata Kota Jogja di mana wisatawan dapat menikmati keindahan dan harmoni Kota Yogyakarta melalui lima jalur wisata sepeda.
Rute pertama jalur wisata sepeda Yogyakarta memiliki tema Romansa Kota Lawas dengan jarak sepanjang 13,33 kilometer. Rute Kota Lawas ini mulai dari kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menuju jalan Jendral Sudirman, jalan Sajiono, Juandi, Ipda Tut Harsono, Kusumanegara, kemudian menyusuri Kotagede dan berakhir di Bendungan Lepen.
Rute sepeda wisata kedua adalah rute Tilik Jeron Beteng yang totalnya sepanjang 8,68 kilometer. Rute ini mulai dari Pasar Pakuncen, menyusuri kampung Ketanggungan, Sindurejan, Suryodiningratan, Magangan dan finish di Plaza Pasar Ngasem.
Rute ketiga adalah rute Jajah Kampung Susur Sungai dengan jarak total sepanjang 6,55 kilometer. Di mulai dari jalan Jendran Sudirman, menuju jalan Gondolayu melewati Tugu Jogja, lalu menyusuri kampung Karangwaru, kampung Bener dan berakhir di Museum Pengeran Diponegoro.
Rute keempat bernama Jajah Kampung 2 sepanjang 6,52 kilometer. Rute ini menawarkan eksotisme bangunan kuno peninggalan Belanda yang masih banyak ditemukan di Kota Jogja mulai dari Museum Wiratama, bengkel kereta Balai Yasa hingga makam tokoh Wijaya Brata.
Sedangkan rute kelima adalah rute Taman Pintar sepanjang 6,17 kilometer. Rute ini adalah rute yang membawa perjalanan dari Taman Pintar yang berada di pusat Kota Jogja menuju selatan dan berakhir di Terminal Induk Giwangan, perbatasan dengan Kabupaten Bantul.
Wakil Wali Kota (Wawali) Jogja Heroe Poerwadi menyampaikan, ekonomi Kota Jogja bersumber dari aktivitas pariwisata. Maka penting agar situasi aman dan nyaman selalu terjaga. Untuk itu, jajarannya pihaknya akan menggencarkan 3T atau testing, tracing, dan treatment.
“Kami ingin agar iklim pariwisata terus tumbuh dan membawa manfaat baik. Karena itu, wisatawan yang datang harus sehat sehingga pulang juga sehat,” ujarnya pada Sabtu (6/11/2021).
Wawali pun mengingatkan kepada warga mengenai pentingnya tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat. Hal ini mengingat keadaan Kota Jogja yang telah kondusif dari pandemi Covid-19.
Baca Juga: Batal Digelar di Jawa Timur, Seri 3 BRI Liga 1 Tetap di Jawa Tengah dan Yogyakarta
“Penting bagi kami untuk menjaga situasi kondusif ini bersama-sama. Kami terus berupaya supaya situasi kondusif ini dapat terjaga dan terus membaik sehingga aktivitas warga dan kegiatan ekonomi dapat terus tumbuh,” paparnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan hal senada. Perkembangan iklim pariwisata Kota Jogja merupakan dukungan dari berbagai pihak.
“Karena itu kami meminta doa dan restu dari semua elemen. Semoga iklim pariwisata Kota Jogja semakin berkembang,” terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal