- Polsek Depok Barat menangkap seorang ibu (NH) dari Jakarta Barat atas kasus pencurian di mal Yogyakarta.
- Pelaku melakukan curat di stan Fuji Film pada Sabtu (17/1/2026) dengan memanfaatkan minimnya keamanan etalase.
- NH dan anak 11 tahunnya merencanakan aksi; total kerugian korban mencapai Rp145 juta dan pelaku terancam hukuman tujuh tahun.
SuaraJogja.id - Polsek Depok Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta.
Aksi nekat ini dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga berinisial NH (40) asal Palmerah, Jakarta Barat. Ia bahkan tega melibatkan anak kandungnya sendiri yang masih berusia 11 tahun untuk menguras isi stan etalase toko kamera.
Kapolsek Depok Barat, Kompol Abdul Jalil, menuturkan bahwa aksi pencurian tersebut terjadi di stand Fuji Film pada Sabtu (17/1/2026). Pelaku memanfaatkan celah keamanan stan yang minimalis untuk melancarkan aksinya saat operasional mal berakhir.
"Jadi modusnya mereka masuk pada saat jam buka, mengambil pada waktu jam tutup. Jadi posisi toko (mal) itu sudah tutup," kata Jalil saat konferensi pers di Mapolsek Depok Barat, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, polisi mengidentifikasi bahwa pelaku sengaja memilih target stan tersebut karena faktor kemudahan akses. Pasalnya dipaparkan Jalil, stan itu berada di salah satu lorong mal dan tidak menggunakan pintu pengaman.
"Kalau dilihat dari CCTV memang tidak ada rolling door, dia hanya dikasih tirai dari kain. Jadi kemungkinan untuk mencuri itu sangat-sangat besar karena tidak ada pengaman dari rolling door, jadi bisa tinggal masuk, menyingkap, kelihatan dari luar," ujar Kapolsek.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, AKP Eko Haryanto, membeberkan pembagian peran antara ibu dan anak tersebut.
Sang ibu diketahui mengatur strategi dan mengawasi situasi di lokasi kejadian. Sebelum kemudian memberikan instruksi kepada anaknya untuk mengambil barang-barang berharga di dalam etalase.
"Ada di CCTV yang kemudian bisa kami jelaskan di sini karena anaknya yang ambil ibunya yang kemudian mengawasi," ucap Eko.
Baca Juga: Heboh Kasus Hogi Minaya, Karena Bikin Dua Jambret di Sleman Tewas, Sri Sultan Angkat Bicara
Menurut Eko, aksi ini telah direncanakan dengan matang. Sebab para pelaku terpantau sudah berada di lokasi sejak pukul 20.00 WIB untuk memantau situasi hingga pengunjung sepi.
"Ya kalau kemudian kita melihat dari CCTV ya mereka rojali ya, rombongan jarang beli. Jadi cuma ke situ lihat, mungkin ya sudah punya niat," ungkapnya.
"Ada etalase kacanya, ada lemari yang lemarinya itu lemari dari partisi sehingga mudah mencongkelnya. Sehingga enggak dicongkel pun ditarik pun juga pasti jebol itu kuncinya," tambahnya.
Dipaparkan Eko, alasan di balik tindakan kriminal ini, NH mengaku terdesak oleh kebutuhan ekonomi dan urusan domestik.
"Katanya mau buat buatin kamar anaknya, karena anaknya mendekati besar, jadi menyiapkan kamar sendiri. Tapi ya untuk mungkin ya kebutuhan ekonomi tadi," tuturnya.
Namun, Eko bilang barang bukti berupa kamera dan lensa yang diambil itu belum sempat berpindah tangan ke pembeli. Polisi sudah lebih dulu mengamankan barang-barang dari tangan pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat