Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 28 Januari 2026 | 15:53 WIB
ilustrasi pasar murah [pixabay]
Baca 10 detik
  • Pemkot Yogyakarta menggelar pasar murah pada 6-27 Februari 2026 untuk kendalikan inflasi jelang Idulfitri.
  • Pasar murah menyediakan 48 ton bahan pokok bersubsidi di 14 kemantren dengan harga terjangkau.
  • Tujuan kegiatan ini adalah menjaga stabilitas harga pasar dengan mengurangi lonjakan permintaan masyarakat.

SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali akan menggelar pasar murah dalam waktu dekat. Hal ini sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Ketua Tim Kerja Ketersediaan dan Pengendalian Harga Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Evi Wahyuni, menuturkan bahwa pasar murah akan digelar di masing-masing kemantren mulai 6-27 Februari 2026 secara bergantian.

Evi menjelaskan bahwa pasar murah merupakan salah satu langkah wajib dalam pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Idulfitri dan Natal.

"Menjelang HBKN, terutama Idulfitri, kami memang diwajibkan melaksanakan operasi pasar murah sebagai bagian dari pengendalian inflasi. Karena itu, kegiatan ini kami laksanakan di bulan Februari," kata Evi, Rabu (28/1/2026).

Dalam pasar murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga di bawah harga pasar. Komoditas yang dijual meliputi beras SPHP beras medium hingga beras premium, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, bawang merah, dan bawang putih. 

Kebutuhan pokok ini dipilih sebab permintaannya cenderung meningkat selama Ramadan hingga Lebaran.

Disampaikan Evi, pihaknya menyiapkan total 48 ton bahan pangan bersubsidi untuk 14 kemantren. Sebanyak 11 kemantren masing-masing mendapatkan kuota 3 ton.

Sementara tiga kemantren yakni Umbulharjo, Gondokusuman, dan Mergangsan memperoleh kuota lebih besar, yakni 5 ton per kemantren.

"Total kuota tahun ini 48 ton. Jumlahnya memang lebih kecil dibandingkan tahun lalu karena adanya kebijakan efisiensi dan refocusing anggaran," terangnya.

Baca Juga: Trah Sultan HB II Ungkap Aset Rampasan Geger Sepehi 1812 yang Masih di Inggris, Nilainya Fantastis

Harga bahan pokok di pasar murah dipastikan lebih terjangkau karena adanya subsidi pemerintah sekitar Rp2.000 per kilogram. Sebagai contoh, harga beras premium kemasan 5 kilogram di pasar murah bisa lebih murah hingga sekitar Rp8.500-Rp10.000 dibandingkan harga pasar.

Sementara itu, Evi menyebutkan kondisi harga bahan pokok di Kota Yogyakarta saat ini relatif stabil, dengan pasokan yang juga terjaga. Meski demikian, potensi peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran tetap diantisipasi melalui pasar murah dan intervensi pasar lainnya.

"Dari pasar murah harapannya masyarakat sudah bisa memenuhi kebutuhannya dengan belanja di pasar murah tersebut. Jadi tidak usah kemudian berbondong-bondong atau beli banyak di pasar, pasar murah ini bisa mengurangi permintaan di pasar," ucapnya.

"Otomatis kalau permintaan di pasar tidak melonjak, ya kan, harga akan tetap terjaga," imbuhnya.

Selain menyasar masyarakat secara langsung, pengendalian harga juga dilakukan melalui operasi pasar untuk pedagang. Pada tahun ini, intervensi untuk pedagang pasar mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi DIY, khususnya di Pasar Beringharjo dan Prawirotaman yang menjadi pasar pemantau Indeks Harga Konsumen (IHK).

Load More