-
Manasik Haji Sahid Tour 2026 digelar di Yogyakarta dengan 492 jamaah dan 24 pendamping.
-
Masa tunggu keberangkatan lebih cepat, rata-rata 5–6 tahun, bahkan ada yang hanya 4 tahun.
-
Biaya tetap tanpa tambahan, meski avtur naik, dengan fasilitas lengkap dan petugas medis disiapkan.
SuaraJogja.id - Sahid Tour resmi memulai rangkaian persiapan ibadah haji tahun 2026 dengan menggelar program manasik haji khusus di Hotel Sahid Raya Yogyakarta.
Kegiatan berlangsung selama empat hari, 30 April hingga 3 Mei 2026, dan diikuti 516 peserta, terdiri atas 492 calon jamaah haji serta 24 pendamping, termasuk dokter dan tenaga medis.
General Manager Marketing Sahid Tour, Teguh Budi Santosa, menegaskan manasik menjadi nilai tambah bagi jamaah.
“Kami ingin memastikan seluruh jamaah benar-benar siap menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Karena itu, kegiatan manasik kami pusatkan di Yogyakarta agar lebih terkoordinasi dan terstandar,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Program manasik tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung tata cara ibadah haji yang dipimpin pembimbing bersertifikat.
Agenda tambahan seperti senam pagi, gala dinner, hingga kejutan di acara pembukaan turut dikemas untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat silaturahmi.
Direktur Sahid Tour, Hari Prakoso, menekankan bahwa seluruh calon jamaah wajib mengikuti manasik sebagai bekal penting sebelum berangkat.
“Ini merupakan latihan sekaligus persiapan mental dan fisik bagi jamaah dalam menjalankan ibadah haji selama kurang lebih 27 hari di Tanah Suci,” kata Hari.
Menariknya, masa tunggu keberangkatan jamaah tahun ini relatif singkat. Jika biasanya calon haji khusus menunggu 9 hingga 10 tahun, kini banyak yang berangkat setelah 5 hingga 6 tahun.
Baca Juga: Geopolitik Timur Masih Memanas, Perjalanan 3.748 Jemaah Haji DIY Disiapkan Tiga Skenario
Bahkan ada yang mendaftar pada 2022 dan sudah berangkat di 2026. Digital Marketing Sahid Tour, Aulia Ul Umah, menyebut hal ini sebagai bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Sahid Tour.
Untuk pemberangkatan, jamaah akan dilepas resmi pada 18 Mei 2026 di Grand Sahid Jaya Jakarta, menggunakan lima penerbangan dengan maskapai Garuda Indonesia, Emirates, Etihad, dan Qatar Airways.
Sahid Tour juga menyiapkan hotel di Mekah dan Madinah, serta tambahan 25 hingga 30 petugas ibadah dari Arab Saudi.
Meski biaya avtur melonjak akibat situasi geopolitik, Sahid Tour memastikan tidak ada tambahan ongkos. Paket A tetap di 16,9 juta dolar AS dan Paket B di 13,3 juta dolar AS.
“Alhamdulillah, semua pembayaran sudah dilakukan sebelum konflik, sehingga jamaah tidak terbebani biaya tambahan,” jelas Teguh.
Isu cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian. Suhu diperkirakan menembus 40 derajat Celsius saat musim haji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah