- Pedagang bendera di Kota Yogyakarta mengalami penurunan omzet sekitar 30 persen pada awal Agustus 2026.
- Kantor dan instansi lebih memilih memakai kembali stok bendera lama yang masih layak pakai.
- Kenaikan harga modal dari pemasok membuat pedagang harus menjaga harga jual tetap terjangkau tipis keuntungan.
SuaraJogja.id - Deretan bendera Merah Putih dan umbul-umbul mulai menghiasi lapak-lapak musiman di kawasan Kota Yogyakarta. Namun, suasana yang biasanya penuh transaksi di awal Agustus belum terlihat.
Di balik semarak persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, para pedagang justru menghadapi kenyataan pahit. Harga bendera tahun ini naik, tetapi pembeli semakin irit membeli.
Heri, seorang pedagang yang telah lebih dari satu dekade berjualan di kawasan Ngupasan, Kota Yogyakarta, Senin (3/8/2026) mengaku omzet tahun ini diperkirakan turun sekitar 30 persen dibandingkan beberapa tahun lalu.
Alih-alih kehilangan semangat menyambut kemerdekaan, banyak kantor, instansi, hingga lingkungan permukiman memilih menggunakan kembali stok bendera yang masih layak pakai.
"Dulu hampir setiap tahun ganti baru. Sekarang banyak kantor memakai lagi bendera yang lama, paling hanya menambah sedikit yang baru," ujarnya.
Keputusan menggunakan stok lama membuat permintaan bendera ukuran besar, yang biasanya diborong instansi dan perkantoran akhirnya menurun cukup drastis. Heri mengaku, pembeli yang masih bergerak justru pembelian eceran untuk kebutuhan rumah tangga.
Ironisnya, kondisi itu terjadi saat harga modal justru meningkat. Pedagang menyebut harga dari pemasok sudah naik lebih dulu, sehingga modal per item bertambah sekitar Rp1.000 hingga Rp3.000 dibandingkan tahun lalu.
Penurunan Kondisi ini sebenarnya sudah mulai terjadi pada 2025 lalu. Namun penjualan semakin sepi pada tahun ini.
Meski begitu, mereka enggan menaikkan harga terlalu tinggi. Keuntungan yang diambil pun tipis agar barang tetap laku. Untuk ukuran bendera yang standar, para pedagang menjualnya sekitar Rp20.000-30.000 per lembar. Sedangkan untuk umbul-umbul sebesar Rp60.000-250.000.
Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan RI, 7 Mall Yogyakarta Siap Gelar Indonesia Shopping Festival 2023
Pedagang menyediakan beragam ukuran bendera Indonesia, mulai dari 90 x 60 cm, 120 x 70 cm, 150 x 100 cm hingga 180 x 120 cm. Mereka mengambil stok dari pengepul yang membawanya dari Jawa Barat.
"Yang penting masih ada sisa untung sedikit. Kalau tidak laku, malah rugi," katanya.
Para pedagang masih menyimpan optimisme. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun, puncak penjualan biasanya menjelang 17 Agustus. Banyak pembeli yang awalnya hanya melihat-lihat akhirnya kembali untuk membeli ketika lingkungan tempat tinggal atau kantornya yang wajib memasang atribut kemerdekaan.
"Ya semoga masih ada yang beli bendera di tengah kondisi ekonomi yang seperti ini," ujarnya.
Di tengah berbagai isu yang sempat beredar terkait pemasangan bendera Merah Putih, pedagang memilih tetap fokus menjual atribut resmi peringatan kemerdekaan. Mereka berharap isu-isu yang berkembang tidak mempengaruhi minat masyarakat memeriahkan Hari Kemerdekaan RI dengan bendera Merah Putih.
"Kami cuma jual bendera Merah Putih dan pernak-pernik 17 Agustus. Tidak mau ikut-ikutan urusan politik," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya
-
Dorong PMI Jadi Wirausaha Mandiri, BRI Hadirkan Pelatihan Bisnis dan Literasi Keuangan di Taiwan
-
Sentil Wacana Gaji Kepala Daerah Naik, JCW: Politik Mahal Tak Disentuh, Rakyat yang Menanggung