Wakos Reza Gautama
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:22 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengucapkan dukacita pada keluarga almarhum Nasirun di rumah duka Perum Bayeman Permai, Jalan Wates, Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Maestro seni lukis kontemporer Indonesia, Nasirun, meninggal dunia di Yogyakarta pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026.
  • Mantan Menteri Susi Pudjiastuti dan Kurator Suwarno Wisetrotomo menyampaikan duka serta mengenang kebaikan almarhum Nasirun.
  • Kepergian Nasirun berdampak pada batalnya rencana pertemuan serta tertundanya dua proyek pameran seni besar mendatang.

SuaraJogja.id - Kepergian maestro seni lukis kontemporer Indonesia, Nasirun, pada Sabtu (1/8/2026), tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kalangan seniman. Sejumlah tokoh pun menyampaikan kehilangan yang mendalam.

Salah satunya datang dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Susi yang hadir di rumah duka Nasirun, Perum Bayeman Permai, Jalan Wates, Yogyakarta mengenang sosok pelukis asal Yogyakarta itu sebagai pribadi yang hangat dan penuh persahabatan.

"Beliau sosok yang sangat besar. Kalau ada acara apa pun, kami sering tiba-tiba berkumpul bersama," paparnya.

Susi mengaku sering bertemu Nasirun di Yogyakarta. Mereka juga banyak berdiskusi tentang berbagai hal. Susi bahkan berencana ketemu Nasirun Budayawan Sindhunata Sabtu Malam. Namun rencana tinggal rencana karena Tuhan lebih dulu memanggil pelukis berusia 60 tahun itu.

"Kami juga cukup sering bertemu di Jogja. Bagi saya, ini sangat istimewa. Kami benar-benar kaget karena ternyata bisa bertemu di sini. Padahal sebelumnya kami berencana bertemu nanti malam di Romo Sindhu," ungkapnya.

Sementara kurator seni sekaligus Guru Besar ISI Yogyakarta, Suwarno Wisetrotomo, mengungkapkan karya dan pemikiran Nasirun akan tetap hidup meski sang maestro telah berpulang.

Suwarno mengaku baru sehari sebelumnya menghabiskan waktu hampir delapan jam bersama Nasirun di rumahnya. Saat itu, Nasirun sempat mengeluhkan sesak napas dan bercerita baru memeriksakan diri ke dokter.

"Saya datang sekitar pukul 09.30 sampai 17.45 WIB. Beliau memang terlihat pucat. Dia sempat bercanda, katanya baru tahu punya asam lambung setelah diperiksa dokter. Tidak ada yang menyangka keesokan paginya beliau berpulang," paparnya.

Menurutnya, kepergian Nasirun menjadi pukulan berat karena mereka tengah menyiapkan dua proyek pameran besar yang melibatkan koleksi pribadi sang seniman. Salah satunya adalah pameran arsip yang sedianya dibuka pada 17 Agustus 2026 di Jogja National Museum (JNM).

Baca Juga: Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal

Pameran itu akan menampilkan koleksi tokoh-tokoh penting pendiri ASRI yang selama ini dikumpulkan Nasirun, lengkap dengan karya-karya baru yang merespons perjalanan para tokoh tersebut.

"Ide-idenya berasal dari Nasirun sendiri. Bahkan kami sudah menjadwalkan wawancara untuk merekam pandangan-pandangannya pada 7 Agustus nanti. Sekarang semuanya berubah karena beliau lebih dulu berpulang," katanya.

Bagi Suwarno, kehilangan terbesar bukan hanya berhentinya proses kreatif seorang pelukis besar, melainkan hilangnya sosok yang selama ini menjadi penghubung banyak orang di dunia seni.

Ia menyebut Nasirun sebagai pribadi yang rendah hati, terbuka kepada siapa saja, dan memiliki kepedulian sosial yang besar tanpa pernah ingin mempublikasikannya.

"Dia bekerja dengan hati yang sangat luas. Kedermawanan sosialnya luar biasa, tetapi hampir tidak pernah diceritakan kepada orang lain," ujarnya.

Salah satu bentuk kepedulian itu terlihat dari kesediaan Nasirun membuka rumah dan museumnya sebagai ruang belajar. Selama bertahun-tahun, mahasiswa S2 dan S3 dari UGM maupun ISI Yogyakarta rutin mengikuti perkuliahan langsung di rumahnya tanpa memungut biaya.

Load More