- Maestro seni lukis kontemporer Indonesia, Nasirun, meninggal dunia di Yogyakarta pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026.
- Mantan Menteri Susi Pudjiastuti dan Kurator Suwarno Wisetrotomo menyampaikan duka serta mengenang kebaikan almarhum Nasirun.
- Kepergian Nasirun berdampak pada batalnya rencana pertemuan serta tertundanya dua proyek pameran seni besar mendatang.
SuaraJogja.id - Kepergian maestro seni lukis kontemporer Indonesia, Nasirun, pada Sabtu (1/8/2026), tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kalangan seniman. Sejumlah tokoh pun menyampaikan kehilangan yang mendalam.
Salah satunya datang dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Susi yang hadir di rumah duka Nasirun, Perum Bayeman Permai, Jalan Wates, Yogyakarta mengenang sosok pelukis asal Yogyakarta itu sebagai pribadi yang hangat dan penuh persahabatan.
"Beliau sosok yang sangat besar. Kalau ada acara apa pun, kami sering tiba-tiba berkumpul bersama," paparnya.
Susi mengaku sering bertemu Nasirun di Yogyakarta. Mereka juga banyak berdiskusi tentang berbagai hal. Susi bahkan berencana ketemu Nasirun Budayawan Sindhunata Sabtu Malam. Namun rencana tinggal rencana karena Tuhan lebih dulu memanggil pelukis berusia 60 tahun itu.
"Kami juga cukup sering bertemu di Jogja. Bagi saya, ini sangat istimewa. Kami benar-benar kaget karena ternyata bisa bertemu di sini. Padahal sebelumnya kami berencana bertemu nanti malam di Romo Sindhu," ungkapnya.
Sementara kurator seni sekaligus Guru Besar ISI Yogyakarta, Suwarno Wisetrotomo, mengungkapkan karya dan pemikiran Nasirun akan tetap hidup meski sang maestro telah berpulang.
Suwarno mengaku baru sehari sebelumnya menghabiskan waktu hampir delapan jam bersama Nasirun di rumahnya. Saat itu, Nasirun sempat mengeluhkan sesak napas dan bercerita baru memeriksakan diri ke dokter.
"Saya datang sekitar pukul 09.30 sampai 17.45 WIB. Beliau memang terlihat pucat. Dia sempat bercanda, katanya baru tahu punya asam lambung setelah diperiksa dokter. Tidak ada yang menyangka keesokan paginya beliau berpulang," paparnya.
Menurutnya, kepergian Nasirun menjadi pukulan berat karena mereka tengah menyiapkan dua proyek pameran besar yang melibatkan koleksi pribadi sang seniman. Salah satunya adalah pameran arsip yang sedianya dibuka pada 17 Agustus 2026 di Jogja National Museum (JNM).
Baca Juga: Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
Pameran itu akan menampilkan koleksi tokoh-tokoh penting pendiri ASRI yang selama ini dikumpulkan Nasirun, lengkap dengan karya-karya baru yang merespons perjalanan para tokoh tersebut.
"Ide-idenya berasal dari Nasirun sendiri. Bahkan kami sudah menjadwalkan wawancara untuk merekam pandangan-pandangannya pada 7 Agustus nanti. Sekarang semuanya berubah karena beliau lebih dulu berpulang," katanya.
Bagi Suwarno, kehilangan terbesar bukan hanya berhentinya proses kreatif seorang pelukis besar, melainkan hilangnya sosok yang selama ini menjadi penghubung banyak orang di dunia seni.
Ia menyebut Nasirun sebagai pribadi yang rendah hati, terbuka kepada siapa saja, dan memiliki kepedulian sosial yang besar tanpa pernah ingin mempublikasikannya.
"Dia bekerja dengan hati yang sangat luas. Kedermawanan sosialnya luar biasa, tetapi hampir tidak pernah diceritakan kepada orang lain," ujarnya.
Salah satu bentuk kepedulian itu terlihat dari kesediaan Nasirun membuka rumah dan museumnya sebagai ruang belajar. Selama bertahun-tahun, mahasiswa S2 dan S3 dari UGM maupun ISI Yogyakarta rutin mengikuti perkuliahan langsung di rumahnya tanpa memungut biaya.
Berita Terkait
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Lawan Arus di Jalan Yogya-Wates, Dua Sepeda Motor Hantam Avanza: Empat Remaja Tewas
-
4 Izin Dicabut, Raja Ampat Belum Aman, Susi Pudjiastuti: "Ayo Bersama-sama Kita Suarakan..."
-
Dapat Panggilan dari Susi Pudjiastuti, Inovasi Petani di Bantul Ini Bikin Mantan Menteri Kepincut
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius