- Maestro seni lukis kontemporer Indonesia, Nasirun, meninggal dunia akibat henti jantung di RS AMC Yogyakarta pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
- Wafatnya pelukis berusia 60 tahun tersebut mengakibatkan pembatalan rencana pameran besar di OHD Museum Magelang pada Oktober hingga November 2026.
- Jenazah almarhum Nasirun dijadwalkan untuk dimakamkan di Makam Seniman Imogiri, Bantul, pada hari Sabtu pukul 16.00 WIB.
SuaraJogja.id - Tak ada yang menyangka Sabtu (1/8/2026) ini menjadi hari terakhir kebersamaan para seniman dengan maestro seni lukis kontemporer Indonesia, Nasirun. Pada pukul 05.50 WIB, seniman lukis itu henti jantung setelah mengalami sesak napas.
Padahal sebelumnya Nasirun terlihat sehat-sehat saja. Bahkan dia sempat menyapu halaman rumah dan menyiapkan agenda pameran seni.
Kepergian pelukis berusia 60 tahun ke haribaan Allah SWT itu akhirnya membatalkan persiapan pameran besar di OHD Museum, Magelang, yang direncanakan berlangsung pada Oktober-November 2026 mendatang.
Kepergian Nasirun meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang bahkan mengejutkan keluarga dan kerabat.
Mengetahui berita itu, para pelayat pun memadati rumah duka di Perum Bayeman Permai, Jalan Wates, Yogyakarta sejak pagi hari.
Sejumlah karangan duka cita pun terus berdatangan dari berbagai pihak, baik dari Kementerian Kebudayaan maupun kolega lainnya.
Salah seorang perupa sekaligus tetangga Nasirun, Jumaldi Alfi Chaniago mengungkapkan dia sempat membuat janji rapat dengan almarhum pada Sabtu pagi pukul 09.00 WIB. Bahkan sebelumnya sempat menonton pameran bersama.
"Saya masih lihat beliau menyapu halaman kemarin, kepergiannya mengagerkan bahkan tidak ada firasat apa pun," paparnya.
Menurut Alfi, Nasirun sejak tiga hari terakhir mengalami sesak napas. Namun almarhum tidak menggubrisnya dan tetap menjalankan aktivitas laiknya hari biasa.
Baca Juga: Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
Tiba-tiba Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari Nasirun akhirnya dibawa ke RS AMC karena mengalami sesak napas berat. Di rumah sakit itu akhirnya Nasirun akhirnya meninggal dunia setelah dirawat selama empat jam lamanya.
"Dikira hanya sesak napas biasa, ternyata mengalami henti jantung," jelasnya.
Alfi menambahkan, Nasirun memang tidak pernah menyampaikan kondisi kesehatannya. Padahal diketahui dia memiliki riwayat pneumonia dan asam lambung.
Wafatnya Nasirun membuat Alfi dan para seniman merasa sangat kehilangan seniman maestro dengan karya fenomenal yang banyak dikenal hingga Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Utara.
"Meski seniman besar, pak Nasirun mau datang ke pameran kecil," kenangnya.
Jenazah Nasirun dijadwalkan dimakamkan di Makam Seniman Imogiri, Bantul, pada Sabtu pukul 16.00 WIB.
Berita Terkait
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Pasca Ramai Dugaan Diskriminasi Siswa, Disdikpora DIY Wajibkan Sekolah Sediakan Ruang Belajar Agama
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan