- Wisatawan mengeluhkan oknum fotografer di Malioboro yang meminta bayaran Rp5.000 untuk berfoto di plang ikonik tersebut.
- Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menyatakan penyesalan dan berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta untuk melakukan pembinaan fotografer.
- Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Jogomaton telah berulang kali memberikan teguran serta melakukan penertiban terhadap properti fotografer.
SuaraJogja.id - Keluhan wisatawan terkait aktivitas oknum fotografer di kawasan Malioboro, Yogyakarta, ramai di media sosial. Wisatawan mengaku dimintai uang saat hendak mengambil foto maupun merekam video di sekitar plang bertuliskan "Malioboro".
Salah satu wisatawan bahkan menyebut dirinya diminta membayar Rp5.000 ketika hendak membuat video di lokasi tersebut. Fotografer yang berada di lokasi disebut mengklaim plang yang digunakan untuk berfoto merupakan properti miliknya.
"Tukang foto di Malioboro tuh kenapa nyebelin banget ya, mau take video cinematic di plang Malioboro itu eh tetapi ada oknum bilang gini, 'ini properti kami, kalau berkenan difotokan cuma 5K (Rp5.000) aja'," tulis wisatawan tersebut melalui unggahan di Merapi Uncover.
Wisatawan itu mempertanyakan alasan adanya permintaan pembayaran tersebut. Terlebih, ia mengira plang yang berada di kawasan Malioboro merupakan fasilitas atau ikon yang dipasang oleh pemerintah dan berada di ruang publik.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi saat dikonfirmasi, Selasa (26/7/2026) mengatakan pihaknya menyesalkan apabila benar terjadi permintaan pembayaran terhadap wisatawan saat berada di sekitar plang Malioboro yang dipasang pemerintah.
"Secara umum kami menyesalkan apabila benar terjadi peristiwa tersebut pada plang Jalan Malioboro yang dipasang oleh pemerintah, yang saat ini menjadi ikon pariwisata," paparnya.
Namun Imam menjelaskan terdapat fotografer yang memang membawa plang atau properti sendiri dan menawarkan jasa foto kepada wisatawan di kawasan tersebut. Keberadaan fotografer dengan properti pribadi ini disebut menjadi salah satu fenomena yang selama ini muncul di kawasan Malioboro.
Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, persoalan tersebut telah diketahui oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Pembinaan terhadap para fotografer rencananya dilakukan pada Kamis (30/7/ 2026) oleh UPT Cagar Budaya di bawah Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.
Imam menyebut, pemda ingin memastikan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta mendapatkan pengalaman yang aman dan nyaman.
Baca Juga: Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
"Yang terpenting bagi Dispar DIY adalah memastikan wisatawan memperoleh rasa aman, nyaman, dan menyenangkan saat berwisata di Yogyakarta," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni mengatakan aktivitas fotografer yang membawa properti sendiri di kawasan Malioboro sebenarnya telah berulang kali ditertibkan.
Petugas bahkan telah memberikan teguran langsung kepada fotografer yang membawa dan menempatkan properti di area yang tidak semestinya.
"Sebenarnya aksi dari para fotografer ini sudah kami tertibkan berkali-kali, termasuk properti mereka. Saya sendiri pernah menegur langsung dan meminta untuk ditempatkan di tempat mereka menyimpan properti," jelasnya.
Ia menambahkan, upaya penertiban juga dilakukan bersama Jogomaton yang telah berulang kali memberikan teguran. Mereka juga mengingatkan para fotografer agar tidak mengganggu aktivitas wisatawan maupun ketertiban kawasan.
Selain penertiban, pemerintah juga berupaya membuka akses pengaduan bagi wisatawan. Diantarana masyarakat bisa menyampaikan informasi mengenai layanan aduan disampaikan melalui media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?
-
Special Clip 'Dan Bandung': Romansa Basil-Elma dan Syahdunya Kota Kembang
-
KKN Jadi Ajang Kekerasan Seksual, Kampus Ancam DO Mahasiswa Pelaku Kejahatan